Mengenal Omotenashi: 5 Hal Tabu di Jepang yang Wajib Diketahui Wisatawan
Mengenal Omotenashi: 5 Hal Tabu di Jepang yang Wajib Diketahui Wisatawan
Mengenal filosofi omotenashi dan lima hal tabu di Jepang yang wajib diketahui wisatawan agar perjalanan lebih nyaman, sopan, dan menghargai budaya lokal.

1. Mengekspresikan Emosi Berlebihan di Ruang Publik

 

Masyarakat Jepang menjunjung tinggi pengendalian diri. Tertawa terbahak-bahak, marah, atau menangis keras di tempat umum dianggap tidak pantas karena dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

Tips: Jaga nada bicara tetap tenang dan hindari gestur berlebihan, terutama di ruang publik seperti stasiun dan restoran.

2. Meniup Ingus di Tempat Umum

 

Meniup ingus di depan umum dinilai tidak sopan dan tidak higienis.

Tips: Jika perlu, pergilah ke toilet atau area privat. Selalu sediakan tisu kering saat bepergian.

3. Berbicara Terlalu Keras di Transportasi Umum

 

Kereta dan bus di Jepang dikenal tenang. Berbicara keras atau menelepon dapat mengganggu penumpang lain.

Tips: Gunakan suara pelan, hindari panggilan telepon, dan atur volume earphone serendah mungkin.

4. Menggunakan Sumpit dengan Cara yang Keliru

 

Etika makan sangat diperhatikan. Menancapkan sumpit ke nasi, menggosok sumpit, atau memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit lain dianggap tidak sopan.

Tips: Letakkan sumpit di sandaran saat tidak digunakan dan perhatikan cara orang lokal makan.

5. Masuk Rumah atau Tempat Ibadah dengan Sepatu

 

Sepatu dianggap kotor dan wajib dilepas sebelum memasuki rumah, kuil, atau ruang tertentu.

Tips: Perhatikan area pintu masuk dan lantai tatami—itu tanda sepatu harus dilepas.

REAKSI ANDA?