GALERIWISATA.ID – Festival Arak-arakan Cheng Ho, bukanlah sekedar event dan atraksi budaya.
Namun lebih dari itu, Arak-arakan Cheng Ho memiliki nilai sejarah seiring dengan peringatan mendaratnya Laksmana Cheng Ho di pesisir Kota Semarang.
Seperti diketahui, Laksmana Cheng Ho adalah utusan Kaisar China untuk misi perdamaian, budaya dan tentunya juga perdagangan.
Sebenarnya, Cheng Ho kala itu tidak hanya mendaratkan kapal besarnya di Kota Semarang namun juga di kota-kota lain seperti Jakarta, Cirebon, Surabaya dan beberapa kota pesisir lain.
Namun Arak-arakan Cheng Ho hanya digelar di Kota Loenpia saja, sementara daerah lain juga memiliki cara berbeda dalam memeringati pendaratan sang Laksmana yang diketahui beragama Islam ini.
Tahun 2026, Festival Arak-arakan Cheng Ho akan memasuki peringatan ke-621 yang akan digelar pada bulan Juli mendatang.
Kirab budaya ini menampilkan arak-arakan patung dewa (kimsin) dari Klenteng Tay Kak Sie ke Klenteng Sam Poo Kong.
Klenteng Tay Kak Sie sendiri merupakan klenteng tertua di Kota Semarang adapun Sam Poo Kong diyakini merupakan petilasan Cheng Ho.
Seluruh peserta kirab harus berjalan kaki sepanjang 5,3 Km dengan menyusur jalan-jalan protokol di Kota Semarang.
Festival ini merupakan perayaan akulturasi budaya yang menonjolkan toleransi dan menjadi destinasi wisata budaya tahunan di Jawa Tengah.
Selain kirab kimsin, acara dimeriahkan dengan parade barongsai, pertunjukan seni, serta panggung hiburan dimana di sepanjang jalan, masyarakat dapat ikut menonton bahkan diperbolehkan ikut kirab.
Para pesertanya adalah klenteng-klenteng dari berbagai daerah tidak hanya dari Semarang yang jumlahnya mencapai ribuan orang.
Patut dicatat, Festival Arak-arakan Cheng Ho yang sudah masuk dalam kalender event Karisma Event Nusantara (KEN) ini bukan sekedar kirab budata.
Ia bukan hanya sekadar peringatan tradisional masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi agenda budaya tahunan yang dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat dan wisatawan.***