Raja Ampat, Surga Menyelam bagi Diver Internasional
Raja Ampat, Surga Menyelam bagi Diver Internasional
Sekurangnya 820 ribu wisatawan asal Australia memiliki ketertarikan dengan keindahan alam bahari Indonesia, khususnya Raja Ampat

GALERIWISATA.ID – Sekurangnya 820 ribu wisatawan asal Australia memiliki ketertarikan dengan keindahan alam bahari Indonesia.

Oleh karenanya, Raja Ampat dapat dijadikan pasar potensial untuk dikunjungi wisatawan terutama yang menyukai olahraga selam (diving).

Keberagaman titik selam Raja Ampat menjadikannya sebagai bucket-list diving destination.

Di sini wisatawan akan menyelami berbagai titik ikonik seperti Mioskon, Friwen Wall, Batu Lima, Blue Magic, Sawandarek, Arborek, Manta Sandy, Melissa’s Garden, dan Piaynemo.

Raja Ampat tidak hanya menawarkan pengalaman selam kelas dunia, tetapi juga memadukan keberlanjutan, konservasi, serta manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

Terlebih bagi pengunjung, akan diberikan bonus mengunjungi suku ‘Viking Papua’ di Desa Wisata Arborek serta menikmati panorama karst Piaynemo yang menjadi ikon wisata bahari Indonesia.

“Minat tinggi diver Australia terhadap spot selam berkualitas menjadi peluang strategis untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata bahari ke Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini.

Ditambahkan, Kementerian Pariwisata telah merangkum destinasi wisata selam Indonesia dalam buku Wonderful Indonesia Diving Directory.

Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan terpadu wisata selam, sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan daya saing wisata bahari Indonesia.

Kemenpar sendiri telah berhasil menggelar Familiarization Trip (famtrip) bertema “Beyond the Barrier: Raja Ampat Awaits!”, awal Desember lalu.

Famtrip diikuti pelaku usaha perjalanan wisata selam dan jurnalis foto bawah laut dari Australia.

Mereka adalah Dive Adventures Australia, Diveplanit Travel Pty Ltd, Pro Dive Sydney, dan Nigel Marsh Photography.

Famtrip ini bertujuan mengenalkan Indonesia sebagai negara dengan biodiversitas laut yang diakui dunia, Indonesia memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan selam internasional, khususnya Raja Ampat.

Famtrip ini dirancang untuk mempertajam citra Indonesia sebagai destinasi utama wisata bahari, khususnya bagi penyelam profesional dan komunitas bawah laut.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kemenpar dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia, khususnya pada segmen wisata minat khusus,” tandasnya.

Wisata bahari, imbuhnya, menjadi flagship Kementerian Pariwisata, kembali dipromosikan secara intensif untuk memperluas penetrasi ke pasar internasional.

Made menegaskan bahwa famtrip ini menjadi momentum penting untuk memantapkan Indonesia sebagai destinasi selam kelas dunia, sekaligus mendukung target 1,8 juta wisatawan Australia, khususnya segmen wisata bahari dan penyelam.

“Mengingat Raja Ampat adalah destinasi premium, aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas dan kelestarian alam bawah lautnya,” ujar Made.

Kemenpar, bersama Katembe Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, serta mitra strategis seperti Garuda Indonesia Sydney, Marriott Bonvoy, Le Meridien Jakarta, dan Grand Anara Airport Hotel, berkomitmen memperkuat promosi terpadu serta memperluas kemitraan untuk mendorong pertumbuhan wisata bahari Indonesia di pasar internasional.

“Famtrip ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan awareness dan memperluas eksposur Raja Ampat serta destinasi bahari Indonesia lainnya di pasar Australia,” pungkasnya.***

REAKSI ANDA?