MATTA dan Tourism Malaysia Gelar MTEx di Semarang, Perkuat Kerja Sama Pariwisata Indonesia–Malaysia
MATTA dan Tourism Malaysia Gelar MTEx di Semarang, Perkuat Kerja Sama Pariwisata Indonesia–Malaysia
MATTA Selangor dan Tourism Malaysia menggelar MTEx di Semarang untuk memperkuat kerja sama pariwisata Indonesia–Malaysia seiring hadirnya penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur.

SEMARANG – Asosiasi agen perjalanan wisata Malaysia (MATTA) Cabang Selangor bersama Tourism Malaysia kembali menggelar MATTA Travel Exchange (MTEx) di Kota Semarang. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Hotel Aston Inn Semarang, Rabu (7/1/2025), sebagai bagian dari roadshow promosi pariwisata Malaysia di Indonesia.

MTEx menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Jawa Tengah. Melalui ajang ini, berbagai produk paket wisata unggulan Malaysia, khususnya destinasi di Selangor, diperkenalkan kepada agen perjalanan dan mitra industri pariwisata di Indonesia.

Chairman MATTA Selangor, Vijiya Khumar M Khrisnan, mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu pasar utama wisatawan ke Malaysia. Menurutnya, MTEx berperan penting sebagai platform pertemuan langsung antara penjual dan pembeli produk pariwisata.

“MTEx bukan hanya ajang promosi destinasi, tetapi juga sarana membangun kerja sama jangka panjang dengan agen perjalanan di Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Senior Promotion Executive Tourism Selangor, Ahmad Danial Khairudin. Ia menjelaskan bahwa kehadiran MTEx di Semarang merupakan bagian dari misi penjualan (sales mission) untuk memperkuat kolaborasi bisnis antaragen perjalanan.

“Kami fokus pada kerja sama B2B melalui tabletop networking dengan agen travel lokal, bukan penjualan langsung ke konsumen,” jelas Danial.

Setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Makassar, tahun ini Selangor memilih Semarang dan Palembang sebagai lokasi MTEx seiring tersedianya penerbangan langsung dari Malaysia. Menurut Danial, konektivitas udara menjadi faktor kunci pertumbuhan pariwisata dua arah.

“Dengan penerbangan langsung, arus wisata dari Malaysia ke Semarang dan sebaliknya dapat tumbuh seimbang. Saat ini, tingkat keterisian penerbangan sudah penuh dua arah,” katanya.

Harga tiket pesawat yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik. Untuk pemesanan awal, tiket pulang-pergi rute Malaysia–Semarang dapat diperoleh mulai sekitar Rp1,5 juta.

Berdasarkan data, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga sebagai penyumbang wisatawan terbesar ke Selangor, setelah Tiongkok dan Singapura. Potensi pasar Indonesia dinilai masih sangat besar.

“Indonesia berpeluang naik ke posisi dua, bahkan melampaui Singapura. Banyak provinsi memiliki potensi besar, termasuk Semarang dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain wisata liburan, wisata kesehatan, belanja, dan taman hiburan menjadi daya tarik utama wisatawan Indonesia ke Malaysia. MATTA juga bekerja sama dengan Malaysia Healthcare Tourism Council untuk mengembangkan paket wisata medis.

Beberapa destinasi unggulan Selangor yang dipromosikan dalam MTEx antara lain SplashMania Gamuda Cove, Sunway Lagoon, Batu Caves, Sky Mirror Kuala Selangor, serta Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Masjid Biru Shah Alam).

Ketua Astindo Jawa Tengah, Dian Dalu A, mengapresiasi penyelenggaraan MTEx di Semarang. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan bagi biro perjalanan di Jawa Tengah terkait produk dan potensi wisata Malaysia.

“Dengan adanya penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur, keseimbangan arus wisata harus dijaga. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi biro perjalanan di Jawa Tengah untuk menarik wisatawan Malaysia,” tutupnya.

REAKSI ANDA?