Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman Naik 10,44 Persen
Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman Naik 10,44 Persen
Pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan kuat sepanjang 2025 dengan peningkatan kunjungan wisman dan wisnus, dorongan Nataru, serta fokus menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

GALERIWISATA.ID - Kementerian Pariwisata mencatat kinerja positif sektor pariwisata nasional sepanjang 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama Januari–November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, tumbuh 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan pariwisata Indonesia yang semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Menpar Widiyanti dalam Laporan Bulanan di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Lima negara masih menjadi penyumbang utama kunjungan wisman, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste, dengan kontribusi lebih dari 56 persen total kunjungan. Sementara pintu masuk udara masih didominasi lima bandara utama, yaitu I Gusti Ngurah Rai Bali, Soekarno–Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

Dari sisi domestik, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebutkan perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target nasional sebesar 1,08 miliar perjalanan.

“Wisatawan nusantara tetap menjadi penopang utama pariwisata nasional,” kata Ni Luh Puspa.

Pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025/2026, pergerakan wisatawan di 10 destinasi prioritas dan 3 destinasi regeneratif mencapai 11,81 juta perjalanan, tumbuh 10,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program BINA Indonesia Great Sale 2025 selama periode tersebut mencatat transaksi sekitar Rp31 triliun.

Pemerintah menegaskan komitmen pengembangan pariwisata berkualitas melalui penguatan destinasi, peningkatan layanan, serta pengembangan segmen unggulan seperti gastronomi, wisata bahari, dan wellness tourism guna memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

REAKSI ANDA?