Home » Yuk Mulai Kurangi Konsumsi Beras dan Terigu Agar Sehat dan Hemat

Yuk Mulai Kurangi Konsumsi Beras dan Terigu Agar Sehat dan Hemat

by galeriwisata.id

WARGA Kota Semarang diajak untuk mulai mengurangi mengonsumsi beras dan non terigu. Pasalnya menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Sapto Adi S, selama ini konsumsi padi atau beras dan gandum di Kota Semarang sangat tinggi yakni mencapai 302,7 gram/kapita/hari.

Sedangkan konsumsi umbi-umbian mencapai 79,9 gram/kapita/hari. Diakui, beras dam gandum masih mendominasi konsumsi sehari-hari.

“Apabila kondisi ini terus berlanjut akan mengganggu stabilitas penyediaan pangan nasional. Untuk itu, konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) terus digalakkan. Salah satunya melalui Apresiasi Promosi B2SA yang digelar 14 Maret lalu,” terangnya.

Dijelaskan, melalui  Tim Sobat Pangan (Sopan) sudah dibuat resep selama dua hari untuk keluarga terdiri dari bapak usia 40 tahun, ibu 30 tahun dan satu anak perempuan 12 tahun. Resep tersebut mencakup angka kecukupan gizi dalam satu keluarga adalah energi 6.775 kkal, protein 182 gram, lemak 200 gram, karbohidrat 992 gram.

Menu yg disajikan ini dengan mempertimbangankan bbrp hal diantaranya keseimbangan menu, keanekaragaman jenis bahan pangan, kreativitas pengembangan resep dan aplikasi, cita rasa, tampilan, penyajian dan keamanan pangan.

Ketua TP PKK Kota Semarang Kriseptiana Hendrar Prihadi mengapresiasi kegiatan ini. Tujuannya adalah mengajak warga untuk mulai mengonsumsi umbi-umbian, jagung, sorgum, sukun dan lain-lain sebagai alternatif pangan bagi keluarga.

“Bahwasanya umbi-umbian, jagung, sorgum adalah mempunyai tingkat fungsional yang tinggi karena indek glikemik-nya lebih rendah dibanding beras,” tuturnya.

Lebih dari itu, Tia panggilan akrabnya mengajak seluruh warga untuk menyajikan menu non beras dan no terigu setiap hari kamis (Nona Manis No Nasi Hari Kamis) dalam menu keluarga. Ia juga melakukan penandatanganan MoU bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dalam penerapan B2SA dalam menu sehari-hari di rumah tangga dan penerapan Nona Manis.

Baca juga :  Desa Wisata Lerep dan Legenda Sego Iriban

Salah satu peserta dari Kecamatan Gayamsari  menyajikan menu berisi ubi isi kering tempe, nasi tiwul, nasi pisang, sayur daun kelor, pepes telur ikan dan lainnya.

“Kreasi menu ini kami ciptakan sendiri. Bahan baku sangat mudah didapatkan dan harga terjangkau. Kami mencari resep hasil kreasi kami bersama warga,” tutur Febri Fitryani dari Gayamsari.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya