Home ┬╗ Yuk Dolan ke Nongkosawit, Desa Wisata Asri Ramah Burung

Yuk Dolan ke Nongkosawit, Desa Wisata Asri Ramah Burung

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

SEMARANG memang dikenal sebagai kota metropolitan. Apalagi, Kota Loenpia ini juga merupakan ibukota Provinsi Jateng.

Namun jangan salah, meski berlabel kota, ternyata Semarang juga memiliki desa wisata. Salah satunya adalah Desa Wisata Nongkosawit yang berada di Gunungpati.

Nongkosawit ini merupakan desa yang menawarkan wisata edukasi berupa penangkaran burung langka dari berbagai spesies yang ada di Indonesia. Burung-burung yang dikembangbiakkan disini antara lain burung Kacer, Lovebird, Kakatua, Mural, Jalak Kepala Merah, Jalak Kepala Hitam, dan masih banyak lagi.

Desa Ramah Burung

Pengelola di penangkaran ini selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang tepat untuk para burung, maka dari itu desa ini dikenal dengan desa yang ramah burung. Contoh dari pelayanan yang diberikan adalah, ketika musim bertelur penangkaran akan ditutup agar tidak ada yang mengganggu kenyamanan mereka.

Tak hanya itu, di tempat ini juga diterapkan peraturan yang melarang masyarakat atau pengunjung untuk menembak dan menangkap burung-burung yang berada di lokasi ini. Jika dilanggar, siap-siaplah menerima sanksi.

Pemandangan yang ditawarkan pun sangat indah dan masih alami. Bahkan udara disini sangat sejuk sehingga Sobat Galwis betah berlama-lama berada di tempat ini.

Selain mengunjungi penangkaran burung, kita juga bisa berkeliling melihat bagian wisata yang lainnya. Di antaranya sawah terasering, Kali Kripik, Curug Mahtukung yang dihuni oleh monyet ekor panjang, dan River Tubing Kali Kedung yang merupakan saluran irigasi peninggalan dari Belanda.

Sumber daya alam di Nongkosawit ini juga melimpah. Disini banyak petani buah seperti durian, jeruk, buah naga, rambutan, dan buah lainnya.

Kekayaan Alam dan Budaya Desa Wisata Nongkosawit

Dan karena terletak di dataran tinggi tentu saja peternakan juga menjadi salah satu andalan dari kemajuan ekonomi di desa wisata yang satu ini. Peternakan yang dikembangkan antara lain ayam, sapi, domba, bahkan peternakan tikus putih.

Baca juga :  Desa Wisata Lerep dan Legenda Sego Iriban

Benar-benar unik kan sob? Tak hanya itu, di Desa Nongkosawit juga menawarkan wisata edukasi yang bisa kita coba bersama, seperti menanam padi, tubruk ikan, dan mengenal budaya-budaya khas setempat yaitu Tari Kuthulan dan Tari Golo Golo.

Tari ini sering dipertunjukkan untuk menyambut tamu yang datang ke Nongkosawit. Adapula budaya arsitektur yang khas yaitu rumah panggung yang dibentuk dari dahan pohon atau tanaman dan rumah ini diberi nama Omah Pang Pang.

Omah ini biasanya menjadi tempat berkumpul warga sebagai pusat kegiatan, banyak pula pengunjung yang mengunjungi omah ini hanya sekadar melihat-lihat dan bersua foto. Jika kamu ingin menikmati semua keseruan aktivitas tersebut, kamu dan rombongan bisa memesan sebuah paket wisata yang telah disediakan oleh pengelola desa wisata setempat.

Tempatnyapun sangat strategis, 16 Km dari pusat Kota Semarang atau hanya sekitar 15 menit perjalanan. Dijamin deh dengan kamu berkunjung atau bahkan menginap disini kamu bisa merasakan bagaimana sih hidup di tengah desa yang sederhana dan masih menyatu dengan alam.

Sobat juga bisa mengunjungi pasar kaget yang menjual aneka kuliner khas seperti sego tedhun, wedang rojo, hingga empon-empon yang  kita bawa pulang sebagai oleh-oleh. Jadi jangan ragu untuk berkunjung ke Nongkosawit ya sob! (Dindaidhy)

Artikel Lainnya

Leave a Comment