Home » Wow, 5 Ton Sampah Ini Diangkat dari Pantai Maron

Wow, 5 Ton Sampah Ini Diangkat dari Pantai Maron

by galeriwisata.id

SEKURANGNYA 5 ton lebih sampah berhasil diangkat dari Pantai Maron dalam kegiatan Bersih-Bersih Pantai Maron. Kegiatan digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 PT Pegadaian (Persero), Sabtu (6/4).

Senior Vice Presiden PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Mulyono mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan karena keprihatinan PT Pegadaian atas persoalan sampah di Kota Semarang dan beberapa kota besar lain di Indonesia. Lebih dari itu, kondisi Pantai Maron cukup memprihatinkan karena  penuh sampah sementara ia menjadi jujukan wisatawan.

“Total ada lima truk sampah yang kami kerahkan untuk mengangkut sampah di Pantai Maron ini. Itupun ternyata belum cukup,” terangnya.

Dijelaskan, sampah yang diangkut meliputi sampah plastik, botol, pohon dan yang terbanyak adalah sampah rumah tangga. Apalagi pantai ini terletak bersebelahan dengan muata Kali Silandak sehingga dimungkinkan, sampah dibuang melalui sungai tersebut.

Pihaknya sangat prihatin dengan sampah plastik yang mengotori pesisir Kota Semarang. Apalagi sampah plastik ini merupakan jenis sampah yang sangat susah terurai.

Oleh karena itu, PT Pegadaian (Persero), juga menyediakan alat pengolahan sampah di Bank Sampah ‘Ngudi Lestari’ Kelurahan Tinjomoyo. Disana, sampah dari pantai ini akan diolah dan ditukar dengan emas.

“Jika biasanya bank sampah hanya menghasilkan pundi-pundi uang dari sampah rumah tangga yang bernilai komersil, PT Pegadaian justru berinisiatif mengganti nominal uang menjadi emas. Sehingga bisa dikelola menjadi simpanan atau tabungan masa depan,” katanya

Ditambahkan, tidak kurang dari 700 relawan ikut terlibat dalam kegiatan sosial ini. Mulai dari mahasiswa, masyarakat umum hingga komunitas dan karyawan Pegadaian.

Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian (Persero) Teguh Wahyono menambahkan kegiatan bersih-bersih dengan tema Gold for Work. Kegiatan tersebut merupakan program padat karya pemerintah yang berkolaborasi dengan program sosial Pegadaian.

Baca juga :  TelusuRI-Duta Kota Menelusuri Pesona Kota Lama

“Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sampah dalam meningkatkan nilai ekonomi yang diadakan serentak di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Total meIibatkan 6.000 orang dimana peserta yang terlibat dalam kegiatan akan mendapatkan imbalan berupa tabungan emas dan ditetapkan sebagai rekor Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) yang dihitung berdasarkan pembukaan tabungan emas dari hasil Gold for Work di 12 kota,” tuturnya.

Gold for Work, imbuhnya adalah bentuk kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan, serta terhadap ekonomi masyarakat di Indonesia. Ini merupakan program pemerintah yang dikolaborasikan dengan program sosial Pegadaian yang dimulai dari memilah sampah menjadi tabungan emas.

Teguh Wahyono menjelaskan, untuk menukar sampah menjadi emas harus melalui proses memilah sampah organik dan non-organik, ditimbang, dan dinilai harganya. Selanjutnya tim Pegadaian akan menetapkan harganya untuk ditukar dengan tabungan emas.

“Dengan cara ini lingkungan kita akan menjadi lebih bersih dan tidak hanya itu, ekonomi kita akan meningkat karena memiliki tabungan emas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan,” tegasnya.

 

Artikel Lainnya