Home » Wisata Taipei, Menjelajah Masa Lalu dan Menikmati Masa Kini

Wisata Taipei, Menjelajah Masa Lalu dan Menikmati Masa Kini

by GaleriWisata.id

Wisata Taipei menawarkan keunikan tersendiri. Di antara mall dan bangunan modern masih bisa dijumpai kuil dan bangunan dari jaman kerajaan kuno. Ditambah lagi kota ini adalah tempat berpadunya budaya Tiongkok, Asia Tenggara, dan Jepang.

Chiang Kai Shek Memorial Hall

shutterstock

Monumen megah ini didirikan untuk mengenang Chiang Kai Shek, seorang pemimpin otoriter. Beratap biru dengan arsitektur bergaya neoklasik, bangunan ini menjadi rumah bagi patung perunggu Chiang Kai Shek setinggi 6,3 m.

Di hadapan bangunan ini adalah taman luas yang apik. Dengan pintu gerbang yang juga mengesankan, berjajar lima menyambut pengunjung yang datang.

Tempat ini tutup jam 5 sore, namun tamannya buka mulai jam 5 sore. Di siang hari wisatawan bisa berkeliling dan memotret. Di malam hari taman dipenuhi oleh penduduk setempat ada yang nongkrong, jogging, menari, menonton konser, dan lainnya.

Tempat ini sekarang sudah berganti nama menjadi Liberty Square, sebagai pengakuan atas perjuangan Taiwan untuk demokrasi. Namun nama lamanya juga masih terkenal.

Jalan Dihua

Jalan Dihua

shutterstock

Jalan Dihua dulunya merupakan pusat perdagangan teh yang dibangun pada tahun 1850an. Bangunan di sepanjang jalan bergaya Fujian lama, kolonial barat, dan baroque (pengaruh Jepang).

Ketika pelabuhan Taiwan dibuka setelah Perang Candu Kedua (1856–60), pedagang teh barat membanjiri daerah itu dan membangun rumah-rumah besar dan toko-toko yang indah. Kemudian, selama era Jepang, sentuhan arsitektur dan dekoratif baroque dan modern ditambahkan ke banyak toko.

Banyak diantaranya kini yang telah direnovasi menjadi restoran, kafe, toko, dan beberapa museum yang elegan. Beberapa toko menjajakan barang kontemporer, lainnya ada yang menjual rempah, buah, ikan, teh, dan peralatan dapur.

Di jalan ini juga terdapat Yongle Market, pusatnya tekstil dan penjahit. Dua blok ke barat ada Dadaocheng Wharf, kita bisa menyewa sepeda di sini untuk bersepeda sepanjang sungai.

Café Dog & Cats (Cat Flower Garden)

https://taipeicatcafes.wordpress.com/

Dulunya kafe ini adalah kafe kucing bernama Cat Flower Garden. Pengunjung sambil menikmati hidangan bisa bercengkerama dengan kucing-kucing di dalam kafe. Belakangan ketika pemiliknya juga memelihara anjing di kafe, namanya berubah menjadi Café Dog & Cats.

Daya tarik kafe yang berdiri tahun 1998 ini karena banyak yang menganggapnya merupakan kafe kucing pertama di dunia. Sebenarnya tidak, pemiliknya mengatakan sebelum mereka sudah ada kafe-kafe yang memelihara kucing di dalamnya.

Baca juga :  Unik! Di Tradisi Gebyuran Bustaman, Kamu Tidak Boleh Marah

Hanya karena kafe ini yang pertama kali mendapatkan pemberitaan masif di media, maka orang ramai menyangka tempat ini adalah kafe kucing pertama di dunia. Namun kafe ini menginspirasi didirikannya banyak kafe kucing di Jepang dan Eropa. Lalu pengaruhnya menyebar ke Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Taipei 101

shutterstock

Gedung tinggi ini adalah landmark Taipei. Mempunyai dek observasi di lantai 89 di mana pengunjung bisa melihat pemandangan kota dari atas. Tiket masuknya bisa dibeli di lantai 5.

Didesain oleh arsitek CY Lee, bangunan ini dulunya termasuk salah satu gedung tertinggi di dunia. Sekarang gedung 101 lantai dengan tinggi 508 m ini hanya menjadi gedung tertinggi di Taiwan.

Lift-nya juga dulu tercepat di dunia, 1.010 m per menit. Sekarang dikalahkan oleh kecepatan lift Shanghai Tower di Shanghai.

Beberapa lantai diisi oleh toko-toko brand mewah. Lantai dasarnya ada food court yang asyik. Pengunjung yang capek berkeliling bisa istirahat di atrium lantai 4, tempat yang lapang dan cukup sepi.

Museum Istana Nasional

shutterstock

Museum Istana Nasional adalah rumah bagi koleksi harta bersejarah yang luar biasa, berjumlah lebih dari 600.000 artefak. Lantai pertama memaerkan buku dan patung religi, kadang ada juga pameran khusus di sini. Lantai kedua tempatnya keramik dan lukisan, lantai ketiga berisi koleksi giok dan perunggu.

Pada awal dinasti Han barat (206 SM-9 M), kaisar mengirim pasukan ke seluruh penjuru kekaisaran untuk menyita segala barang berharga. Banyak barang itu yang akhirnya disimpan di Kota Terlarang di Beijing (didirikan pada 1400an).

Baru pada tahun 1925, setahun setelah Kaisar Puyi akhirnya meninggalkan Kota Terlarang, warga negara Cina biasa dapat melihat karya-karya berharga itu. Lalu datanglah invasi Jepang ke Manchuria pada tahun 1931, yang menyebabkan barang-barang tersebut dipindahkan untuk diamankan.

Pada 1949, menjelang akhir perang saudara antara Kuomintang (Partai Nasionalis Tiongkok) dan Partai Komunis Tiongkok, koleksi berharga itu dipindahkan ke Taiwan. Pada 1965, Museum Istana Nasional di Shilin resmi dibuka.

Kuil Dalongdong Bao’an

Viviamotaiwan.com

Kuil megah dan berdekorasi rumit ini dibangun pada tahun 1760 oleh imigran dari Xiamen, propinsi Fujian. Menjadi penerima Unesco Asia-Pacific Heritage Award untuk restorasi bangunan dan budaya kuil.

Aula Depannya memiliki patung-patung singa batu, pilar-pilar naga segi delapan, pilar persegi panjang, dan pane naga harimau. Semuanya untuk menyambut pengunjung dan melindungi dari setan.

Di Aula Dalam yang rangka atapnya indah terdapat patung dewa utama. Dindingnya di kedua sisi dipenuhi relief naga dan harimau dari keramik hijau.

Baca juga :  Yuk Menjajal Keindahan Pantai Kartini Dengan Segala Fasilitasnya yang Komplit

Dewa utama kuil Bao’an adalah Kaisar Baosheng tabib hebat ahli pengobatan tradisional. Kaisar yang meninggal pada umur 58 ini, menurut legenda pernah mengobati naga yang sakit mata dan melepaskan jepit rambut dari tenggorokan harimau. Dia dihormati sebagai dewa pengobatan dan orang banyak datang ke kuil untuk meminta kesehatan yang baik.

Beitou Hot Spring

shutterstock

Beitou terletak di pegunungan tidak jauh dari Taipei, sekitar 30 menit perjalanan naik MRT. Pada masa pendudukan, mata air ini dikelola oleh Jepang dan didatangi oleh pengunjung dari penjuru dunia. Selain mandi air panas pengunjung juga bisa menikmati atraksi sejarah dan budaya.

Beberapa vila dan pemandian adalah peninggalan Jepang. Juga ada museum, kuil bergaya Jepang di atas bukit, dan di sebelah MRT ada stasiun kereta era Jepang.

Beitou mempunyai 3 jenis mata air yaitu belerang besi, belerang hijau, dan belerang putih. Banyak spa yang tersebar di sekeliling Beitou, lalu ada kolam pemandian umum, juga resort mewah.

Maokong Gondola

shutterstock

Adalah perjalanan sekitar setengah jam menggunakan gondola (kereta gantung) menuju kebun teh di ujung selatan Taipei. Bisa dilakukan pada siang atau malam hari, dengan pemandangan bagus di perjalanan. Pepohonan di bawah yang seperti hamparan karpet, dan lampu perkotaan di kejauhan di malam hari.

Lebih asyik lagi naik gondola di musim bunga mekar. Januari hingga Februari bermekaran bunga aprikot warna merah, putih, dan merah muda. Sedangkan April dan Mei bunga pohon tung yang putih bermekaran.

Setelah naik gondola wisatawan bisa minum teh di lereng bukit, atau hiking di hutan sekitar perkebunan teh. Di sini juga ada beberapa kuil dan air terjun.

Shilin Night Market

shutterstock

Pasar malam terbesar dan teramai di Taipei ini menarik banyak wisatawan dan juga banyak dikunjungi penduduk setempat. Tempat ini tepat untuk belanja buah tangan karena pilihan barangnya banyak sekali. Ada makanan, mainan, kaos, sandal, topi, hingga perhiasan.

Di tengah pasar yang buka mulai jam 5 sore hingga tengah malam ini terdapat kuil Cixian berusia sekitar seratus tahun. Pasarnya sendiri berpusat di Shilin Market Building, bangunan bata lama yang juga merupakan situs sejarah.

Jalan antara kuil Cixian dan Shilin Market Building, juga dalam pasar tertutup, dipenuhi dengan kios permainan. Ada mesin pinball buatan tangan sederhana untuk menembak balon dengan pelet mainan, panah, dan crossbow. Hadiahnya berupa boneka.

Artikel Lainnya

Leave a Comment