Home » Uniknya Sadranan Sendang Gede di Banyumanik

Uniknya Sadranan Sendang Gede di Banyumanik

by galeriwisata.id

MUNGKIN di era milenial seperti sekarang ini, sudah banyak yang melupakan tradisi nyadran. Sebuah ritual untuk membersihkan tempat-tempat yang dinilai suci dan peninggalan leluhur seperti yang dilakukan warga Dukuh Pucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik melalui Sadranan Sendang Gede.

Padahal selayaknya, mengingat leluhur merupakan salah satu kegiatan yang dapat memancing rasa syukur kita. Dengan demikian, kita dapat terus nguri-uri budaya sekaligus mempertahankan tradisi yang mungkin sudah akan nyaris punah.

“Dalam ritual ini, warga bersama-sama membersihkan sendang yang airnya dimanfaatkan saat musim kemarau,” terang sesepuh warga Pudakpayung Kemo, Jumat (12/4).

Dijelaskan, tradisi nyadran hingga saat ini masih dipertahankan warga, bahkan meski sudah tinggal di perkotaan. Kegiatan ini diadakan tiap bulan Ruwah pada hari Jumat pahing penanggalan Jawa untuk menyambut datangnya Ramadan.

Alhasil, ratusan warga berbondong-bondong menuju Sendang Gede sejak Jumat pagi. Dengan membawa ‘senjata’ ember dan gayung, kaum pria membersihkan sendang yang selama ini menjadi sumber air utama warga sekitar.

Menariknya, mereka tidak sekedar membersihkan. Namun juga sekaligus memburu ikan lele yang memang sudah ditebar di lokasi sejak lama.

”Acara sadranan ini sudah menjadi tradisi warga untuk menghormati leluhur yang menjadi cikal bakal keberadaan Kelurahan Pudakpayung ini,” tukasnya.

Sementara warga lainnya memotong ayam kemudian memasaknya untuk disantap bersama setelah membersihkan sendang. Sadranan ini sudah dilakukan turun-temurun dimana setiap warga yang datang ke sendang membawa makanan untuk dimakan bersama usai bersama-sama menguras air sendang.

Kemo mengakui, nuansa karifan lokal dalam sadranan perlu dipertahankan dan dilestarikan. Ini merupakan ritual budaya dan bukan agama namun sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama.

“Justru melalui kegiatan sadranan ini akan banyak sekali hikmah dan manfaat yang dapat diambil. Di antaranya silaturahim dan mendo’akan para pendahulu kita,” imbuhnya.

Baca juga :  10 Air Terjun Indah, Cantik dan Unik di Sekitar Semarang

Ia berharap, tradisi semacam ini dapat dijadikan paket wisata untuk menggulirkan ekonomi warga sekitar. Apalagi jika dapat masuk dalam kalender event wisata Kota Semarang, tentu warga dan pengunjung sudah dapat mengatur waktu kunjungan untuk ikut atraksi menangkap lele di Sendang Gede.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya