Pesona Kulminasi 2022, Atraksi Mendirikan Telor dan Hari Tanpa Bayangan di Tugu Khatulistiwa
Pesona Kulminasi 2022, Atraksi Mendirikan Telor dan Hari Tanpa Bayangan di Tugu Khatulistiwa
Pontianak pada 21-23 September dan juga 21-23 Maret, niscaya kita akan menemui fenomena langka hari tanpa bayangan dan mendirikan telur

GALERIWISATA.ID – Layaknya sebuah benda tersorot sinar, maka otomatis akan muncul bayangan di belakangnya.

Begitu pula ketika kita di bawah sinar matahari, tentu akan menuai bayang berwarna hitam.

Namun ini tidak berlaku di Pontianak, terutama jika kita berada di Tugu Khatulistiwa.

Jika anda berkesempatan mengunjungi Pontianak pada 21-23 September dan juga 21-23 Maret, niscaya kita akan menemui fenomena langka ini.

Dirangkum dalam Pesona Kulminasi 2022, Pemkot Pontianak menggelar festival untuk menarik minat wisatawan datang ke Kota Khatulistiwa.

Namanya adalah Hari Tanpa Bayangan, dimana semua bayang hitam akan hilang karena terpusat pada satu titik dimana matahari persis bersinar di atas kelapa lkita.

Tidak saja wisatawan diajak untuk mencoba ‘menghilangkan bayang hitam’ di dirinya, namun juga diajak melakukan satu hal menarik lain.

Ya, upaya mendirikan sebutir telor tanpa bantuan alat apapun.

Tentu hal ini juga merupakan sebuah keniscayaan jika dilakukan di tempat lain.

Namun di Tugu Khatulistiwa ini, keniscayaan ini dapat dilawan.

Di sini, tepat di tanggal-tanggal tersebut, hukum alam dan fisika, adalah mitos belaka.

Telur yang berbentuk bulat, sangat muskil untuk didirikan tanpa bantuan apapun.

Tapi di Tugu Khatulistiwa, fenomena ini bukanlah sebuah keniscayaan.

Untuk itulah Pemkot Pontianak berupaya menjadikan aktivitas ini sebagai daya tarik dan masuk dalam agenda wisata nasional.

Tak percaya? Ambil sebutir telur dan cobalah untuk mendirikannya di lantai keramik atau di tempat dengan alas datar lainnya.

Ya memang, telur berdiri dan hari tanpa bayangan hanya ada di Pontianak, kota yang dilalui garis khatulistiwa.

Dan nyatanya, tidak semua kota di Indonesia bahkan di dunia, dilintasi garis ekuator ini sehingga fenomena semacam ini hanya dapat dijumpai di tempat-tempat tertentu.

Usai puas mematut diri tanpa bayang di Hari Tanpa bayangan dan mencoba mendirikan telur, cobalah pula berjalan di taman yang tersedia.

Water front Tugu Khatulistiwa yang berhadapan langsung dengan Sungai Kapuas, menghadirkan kesibukan lalu Lalang kapal besar dan kecil.

Sayangnya, kalau kita berkunjung saat ini, kita belum dapat masuk ke bangunan tugu karena sedang dalam tahap pembenahan.

Di dalam tugu ini sendiri tersimpan berbagai sejarah dan benda-benda yang masih asli peninggalan Belanda saat pertama kali menetukan lokasi ini sebagai titik yang dilintasi garis khatulistiwa.

Tertarik mencoba? Siapkan waktu di bulan Maret tahun depan.***

 

 

 

Comments

https://galeriwisata.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!