Edukasi Para Pelajar Soal Rekam Jejak Digital, Tim Siberkreasi Jateng-DIY Gelar Kelas Khusus
Edukasi Para Pelajar Soal Rekam Jejak Digital, Tim Siberkreasi Jateng-DIY Gelar Kelas Khusus
Tim Siberkreasi Jateng-DIY berikan kelas literasi digital dalam format webinar terkait antisipasi penyalah gunaan rekam jejak digital.

JATENGNETWORK.COM - Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan legendaris pernah berujar bahwa, "yang fana adalah waktu, kita abadi!"

Maksud dari kata 'kita' dalam ujaran tersebut dapat diartikan sebagai kebersamaan dan keakraban dalam sebuah ikatan. Intinya, 'kita' adalah kata ganti bagi sepasang kekasih atau bahkan sekelompok orang yang terikat dan mengglorifikasi ikatan tersebut.

Namun, jika dikorelasikan dengan fenomena sosial yang saat ini terjadi, kata 'kita' justru lebih tepat disubtitusikan pada makna 'jejak digital'.

Kenapa demikian?

Baca Juga: Mengenal Nilou di Genshin Impact 3.1 Lengkap dengan Material Ascension, Artefak, dan Senjatanya

Sederhana, sebab, segala sesuatu yang sudah terlempar ke dunia maya, pasti akan terekam dan sulit untuk (benar-benar) dihilangkan.

Apalagi jika jejak tersebut sudah terekam sedari lama, bisa jadi, akan ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan menyalahgunakannya.

Hal seperti ini sering terjadi pada jejak digital yang berupa foto, video, maupun cuitan atau status yang ada di media sosial kita.

Walau sudah diunggah di media pribadi, namun tetap saja, balik ke argumen awal bahwa pada dasarnya, setiap hal yang sudah terlempar ke dunia maya pasti akan terekam dan sulit untuk musnah.

Comments

https://galeriwisata.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!