Home » Tohpati Ramaikan Festival Kota Lama 2018

Tohpati Ramaikan Festival Kota Lama 2018

by GaleriWisata.id

 

Semarang kaline banjir,

ja sumelang ra dipikir

. . .

 

PETIKAN lagu Jangkrik Genggong tersebut memang sangat terkenal, sampai-sampai menjadi jargon bagi Kota Semarang. Walaupun Kali Semarang tidak selalu banjir, setidaknya ini menjadi sedikit gambaran betapa Semarang memiliki sungai dengan air melimpah.

 

Kondisi Semarang yang dikelilingi oleh 7 gunung bila dimasuki dari arah laut sebelah utara, dianggap merupakan titik keberuntungan bagi orang-orang Tiongha ketika mendarat dan memutuskan tinggal di kota ini. Kota Samarang sempat menjadi salah satu pusat pemerintahan Kolonial Belanda yang dianggap cukup penting. Orang Arab, Melayu, dan Gujarat yang awalnya singgah hanya untuk berdagang di kota ini, akhirnyapun menetap dan menjadi perkampungan yang terus berkembang mewarnai Kota Semarang. Ada kolaborasi budaya yang menjadi cikal bakal budaya Semarangan; mulai dari bahasa, makanan, kesenian, hingga cara hidup.

 

Pembauran yang terjadi dengan elok ini akan kami angkat dalam Festival Kota Lama 2018. Collaboration in Diversity akhirnya menjadi tema besar yang diusung, dengan maksud mengangkat Semarang sebagai kota yang multikultural. Festival Kota Lama kali ini menjadi sebuah cawan dimana “kangen kenangan bukan sekedar kangen-kangenan, pulang bawa kenang-kenangan”.

 

Datanglah, akan ada banyak hal yang membangkitkan kenangan selama berlangsungnya acara; tidak hanya untuk yang sudah berumur, namun juga dapat dinikmati untuk remaja milenial hingga anak-anak. Masanya mungkin beda, namun yang dirasa sama. Semua orang dapat menikmati lumpia, makan lekker, bermain mainan tradisional, dan masih banyak lagi. Di samping untuk melepas kerinduan, ini sekaligus dapat menjadi kesempatan merekatkan antar generasi, bahkan transfer ilmu. Keterbatasan tempat karena pembangunan yang sedang berlangsung di Kota Lama tidak menyurutkan kerja kami untuk dapat menyajikan pada anda Festival Kota Lama yang kini sudah berlangsung hingga 7 kali tanpa putus.

 

Festival  akan berlangsung dari 20- 23 September 2018 pukul 16:00 hingga 22:00 WIB setiap harinya, kecuali di hari Minggu yang dimulai lebih awal pukul 12.00, di Kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya serangkaian acara dapat anda nikmati seperti: Pameran Kangenan, yang memampang kekhasan Semarang disertai informasi menarik; beragam atraksi menghibur dan pernak pernik yang meleburkan sejarah dan kebudayaan sebagaimana adanya, seperti tari tradisional, fashion show batik semarangan terkini; Pasar Sentiling yang berisi aneka kuliner legendaris seperti jamu jun, lumpia, ganjel rel, dan masih banyak lagi; pada salah satu stand yang ada, kami juga akan membawa Bonlancung, kampung pembuatan kulit lumpia terbesar yang ada di Indonesia; performa musik jazz dari Nial Djuliarso dan Tohpati; Jelajah Kota Lama dan area sekitarnya; Juga penyelenggaraan Temu Pusaka Indonesia yang bekerja sama dengan BPPI dan Pekan Film Semarang bersama dengan Sineroom. Anda juga dapat menjelajah Kota Lama dengan segala romantismenya. Mengapa tidak?

 

Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menguhubungi Julia di 0811271124.

Baca juga :  Javara Culture Cafe Ikon Baru Kuliner di Kota Lama

Artikel Lainnya