Home » Terpesona Eksotisme Nusa Penida

Terpesona Eksotisme Nusa Penida

by GaleriWisata.id
Destinasi Baru di Pulau Bali

TUJUAN wisata ke Provinsi Bali, seakan tidak ada habisnya. Banyak destinasi wisata baru bernuasa alam yang masih “fresh” layaknya “surga” tersembunyi, yaitu Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.

Cukup mudah perjalanan menuju Nusa Penida dari pusat kota Pulau Dewata, sebutan Provinsi Bali. Nusa Penida yang merupakan pulau kecil di sebelah tenggara Bali itu, menjadi destinasi wisata baru yang layak dikunjungi. Hamparan pasir putihnya yang halus berpadu dengan air pantai berwarna tosca yang masih jarang terjamah orang, menjadi daya tarik tersendiri. Kelokan tebing yang memanjang dihiasi pepohonan di antara pantai dan batu karang layaknya hasil kreasi seni rupa itu, menambah apik. Belum lagi sajian kuliner serba laut yang baru ditangkap, membuat para wisatawan termanjakan.

Hal itulah yang dirasakan Deasy Asta Ria Sari (30) bersama adiknya, Dhea Wijaya Sari (26). Wisatawan dari Kota Semarang yang sudah memendam rasa untuk menginjakkan kakinya di sebuah pulau nan eksotik tersebut, akhirnya terlaksana. Rasa penasaran Deasy yang juga menjadi anggota Komunitas Backpacker Internasional itu, seakan sirna. Cerita keindahan Nusa Penida di laman internet dan media sosial (medsos) disertai foto-foto alamnya yang menawan, bisa disaksikan sendiri selama beberapa hari. “Satu kata, wow. Keindahan alamnya jelas tidak kalah dengan yang ada di luar negeri,” tutur dia.

Perjalanan pulang pergi (PP) dari Ibu Kota Provinsi Jateng ke Pulau Dewata dengan Garuda Indonesia (promo gaft), hanya Rp 1,1 juta. Sementara untuk menuju Nusa Penida, menurut Deasy, wisatawan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai harus menuju ke Pantai Sanur yang terletak di sebelah timur Denpasar. Jarak tempuhnya hanya sekitar 16 km. Kemudian dari dari Pantai Sanur, wisatawan menyewa fastboat untuk sampai ke Nusa Penida. “Cukup murah kok, Rp 200 ribu (PP). Nah saat sampai di sana, bisa sewa motor Rp 50-75 ribu/hari, bahkan sewa hotel juga terjangkau, antara Rp 100-500 ribu/hari,” akunya.

Baca juga :  7 Hotel di Semarang yang Siap New Normal

Seperti Pantai Pribadi

Nusa Penida bagi karyawan di perusahaan swasta yang menjawat sebagai Senior Account Executive itu, masih “fresh”. Bahkan layaknya “surga” tersembunyi. Apalagi ada objek wisata yang masih jarang dijamah orang. Selama di Nusa Penida, kedua traveller tersebut diantaranya mengunjungi Suwehan Beach, Pantai Atuh dan Crystal Bay. Bagi dia, Suwehan Beach yang tersembunyi di balik tebing masih jarang dikunjungi. Meskipun harus menuruni ratusan anak tangga dan batu karang yang sedikit terjal, rasanya puas. “Suwehan Beach menurut saya seperti pantai pribadi. Jadinya speechless,” kenang dia.

Apalagi lanjut dia, di Pantai Atuh. Pantai yang terletak di sebuah teluk itu, memliki kekhasan. Di mana di sekitar pantai yang berpasir putih yang bersih dan lembut, terdapat hamparan padang rumput nan elok atau biasa dikenal bukit Teletubbies. Belum lagi di kawasan yang berada di ujung timur Nusa Penida tersebut, terdapat tempat-tempat ibadah yang indah dan mengagumkan. Seperti Pura Atuh dan Pura Segara. “Di sana kita tidak habis-habisnya mengambil foto pemandangannya dan selfie. Karena memang instagramble. Jadi sepanjang perjalanan ya jeprat-jepret,” tuturnya diiyakan Dhea.

Setelah asyik menikmati Suwehan Beach dan Pantai Atuh sembari menyelam serta merasakan kulinernya seperti racikan ikan bakar tuna yang khas dan sosis udang ala Bali, Deasy dan Dhea bergeser ke Crystal Bay. Jarak tempuh dari Pelabuhan Nusa Penida ke Crystal Bay yang berada di Desa Sakti, sekitar 30 menit. Di Crystal Bay inilah wisatawan sekan bisa menanangkan diri, karena jauh dari hingar-bingar dan kebisingan. “Jadi di Crystal Bay wisatawan mengejar sunset, seperti di Pantai Kuta. Bahkan keindahan warna jingga dan orange sang surya saat menutup dirinya, begitu menawan,” ungkapnya.

Baca juga :  Braised Lamb Shank Curry dan Healthy Juice Ala Louis Kienne

Deasy menambahkan, keindahan Nusa Penida yang terus dipromosikan oleh Pemkab Klungkung, tidak kalah dengan destinasi wisata serupa beraroma alam di negera lain. Berdasarkan pengalamannya menjelah ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Hongkong, kondisi alam yang diciptakan Tuhan di Nusa Penida, tidak ada duanya. Apalagi hamparan wisata bahari yang masih asri, menjadi keunggulan tersendiri. “Bahkan yang saya temui justru sejumlah traveller dari luar negeri. Itu artinya keindahannya sudah tersiar ke manca negera, karena alamnya eksotis,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Association of Sales Travel Indonesia (ASATI), Arlan Dikusnata berharap, sinergitas Pemkab Klungkung dengan pemerintah pusat atau Kementarian Pariwisata (Kemenpar) semakin digenjot. Sinargitas tersebut juga harus menggandeng pihak-pihak terkait (asosiasi) yang selama ini konsen dalam pengembangan pariwisata. Mengingat sinergitas antara berbagai pihak tersebut, akan mempermudah pencapaian target. Baik bagi Pemkab Klungkung, maupun Kemenpar. “Kami dorong munculnya destinasi baru itu terus dipromosikan sehingga semakin tersohor,” jelas dia.

Arlan menerangkan, munculnya destinasi baru selain berpusat di Pulau Dewata, maka akan semakin menarik wisatawan, baik domestik maupun manca negara, sehingga banyak pilihan saat berkunjung ke Provinsi Bali. Menurutnya agar semua mata tertuju pada Nusa Penida, pihaknya mendorong pemerintah lebih menggencarkan program Familiarization Trip (Famtrip). Yakni program wisata pengenalan yang bertujuan mempromosikan destinasi wisata. “Kalau destinasi wisata baru semamin populer, akan ada multiplier effect. Diantaranya perekonomiannya akan berkembang pesat, termasuk pendapatan negara dan juga masyarakat di kawasan pariwisata,” ungkapnya. (Asep Abdullah)

Artikel Lainnya

Leave a Comment