Home Destinasi Tahun 2020 Kota Lama Bebas Kendaraan

Tahun 2020 Kota Lama Bebas Kendaraan

by minGal
Galeri Wisata

UJICOBA car free night yang dilakukan di Kota Lama akhir pekan lalu, dinilai sukses. Untuk itulah di tahun depan, pemberlakukan kebijakan bebas kendaraan bermotor ini akan dilakukan

Walikota Semarang Hendrar Prihadi memastikan kebijakan ini akan diberlakukan 24 jam di beberapa ruas jalan di Kota Lama mulai awal tahun 2020. Tentu saja setelah melakukan evaluasi mendalam terkait ujicoba ini.

“Saya sempat ketemu pemilik restoran, katanya hari pertama ini sepi, separo dari biasanya. Ya akan kami evaluasi dan koreksi. Mudah-mudahan hanya karena baru pertama ini. Maksimal sebulan adaptasi selesai,” terangnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah melakukan pemantauan langsung di Kota Lama. Menggunakan sepeda, Hendi berkeliling didampingi sejumlah pejabat.

Ia mengaku terkejut dengan perubahan suasana terutama udara yang bebas polusi. Pasalnya begitu tidak ada kendaraan bermotor yang sliwar-sliwer, Kota Lama nampak makin gemerlap dan makin cantik.

“Saya melihatnya kaget ya, begitu tidak ada kendaraan bermotor situasi makin gemebyar dan cantik. Udara jadi bebas polusi,” tukasnya.

Baca juga https://galeriwisata.id/6-lokasi-parkir-resmi-di-kota-lama-catet-ya-sob/

Terkait keberadaan mobil golf yang akan mengantarkan para pengunjung dari tempat parkir menuju pusat Kota Lama, ia berjanji akan menambahnya. Saat ini memang baru 2 golfcar sehingga pelayanan kurang maksimal.

“Akan upayakan lebih baik lagi golfcarnya agar yang sepuh-sepuh bisa dilayani dengan baik. Yang penting pengunjung disiplin parkir di kantong parkir yang tersedia,” ucapnya.

 

Para pengunjung Kota Lama-pun memberi acungan jempol. Tidak hanya bagi Pemkot Semarang namun juga bagi ketegasan Walikota Hendrar Prihadi yang memberikan larangan bagi kendaraan melintas.

Bagi Ulin, pengunjung asal Sekaran, kondisi dan usia bangunan di Kota Lama sudah sangat renta. Jika banyak kendaraan terus melintas, bisa-bisa bangunan roboh dan Kota Lama tinggal kenangan.

“Getaran yang dimunculkan dari kendaraan yang melintas sangat membahayakan bagi struktur bangunan. Saya mendukung jika ada larangan kendaraan melintas,” tegasnya.

Septiana, wisatawan asala Tegal mengaku ia bebas berfoto-foto di tengah Jalan Letjen Suprapto. Sebelumnya, ia harus memastikan kondisi jalan benar-benar aman jika hendak berfoto.

“Enak, tidak ada kendaraan, sepi. Bebas berfoto dengan gaya atau angle apapun tanpa takut tertabrak kendaraan. Semoga ini bukan sekedar ujicoba tapi seterusnya, jadi wisatawan merasa aman dan nyaman tanpa polusi udara juga,” sergahnya seraya mengarahkan lensa.

Artikel Lainnya

Leave a Comment