Home » Serba-Serbi Kampung Alam Malon: Dari Batik Warna Alam, Gejog  Lesung Hingga Wedang Malon dan Sate Krembis

Serba-Serbi Kampung Alam Malon: Dari Batik Warna Alam, Gejog  Lesung Hingga Wedang Malon dan Sate Krembis

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

MENGHABISKAN waktu luang di sebuah desa wisata merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Apalagi jika kita dapat melihat langsung serba-serbi hal menarik yang ada disana, tentu menjadi hal bonus dalam kisah wisata kita.

Salah satu desa wisata di Semarang yang dapat kamu kunjungi adalah Kampung Alam Malon yang berlokasi di Jalan Malon, Gunungpati. Akses untuk mencapai kampung alam ini sangatlah mudah dijangkau.

Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kampung ini buka setiap hari dari mulai jam 08.00-16.00, kecuali jika kamu ingin menginap tentu kamu bisa merasakan sensasi berada disini saat malam hari.

Kampung Alam Malon merupakan salah satu dari total 16 wilayah yang menjalankan program “Kampung Tematik” dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi sejak tahun 2016. Dinobatkan sebagai desa binaan dari kerjasama antara Unnes, PT Indonesia Power dan Pemerintah Kota Semarang menjadikan kampung ini bertumbuh dan berkembang kemajuannya baik dalam segi ekonomi maupun pengelolaan potensi alamnya.

Batik Malon

Hal utama yang harus kamu lihat disini adalah bagaimana proses dalam pembuatan batik. Pasalnya, semua pembatik menggunakan pewarna alami sebagai pengganti dari pewarna buatan.

Bahkan beberapa rumah di kampung ini dijadikan sebagai atraksi wisata dalam bentuk workshop pembuatan batik. Tujuannya tentu saja untuk melestarikan lingkungan serta ikut membantu dalam pengurangan limbah kimia.

Pewarna alami itu biasanya dibuat dari daun indigo, kulit mahoni, limbah bakau, secang, tegeran, dan jelawe. Maka dari itu Kampung Malon juga diberi julukan “Kampung Batik Warna Alam”.

Seni Budaya Kampung Alam Malon

Adapun seni budaya yang bisa kamu nikmati di Kampung Alam Malon adalah gejog lesungnya yang ditempatkan di padepokan Ilir-Ilir. Ini merupakan sebuah padepokan yang menjadi wadah bagi budaya masyarakat setempat.

Baca juga :  Svargabumi Borobudur: Sediakan Spot Foto Sawah Bak Permadani

Gejog lesung merupakan seni tradisional dari alat penumbuk padi dengan lesung dan alu sebagai perkusinya. Biasanya dimainkan oleh para ibu-ibu sekitar empat sampai 5 orang, dengan tujuan menyambut para tamu yang datang berkunjung.

Tak hanya itu, adapula kesenian wayang orang berbau lawakan tentang kehidupan yang diperankan oleh warga sekitar dengan penampilan sepeti punakawan. Kesenian satu ini sangat dinantikan oleh para tamu yang berkunjung ke kampung ini, karena pertunjukannya yang sangat menarik dan tentu saja menghibur sehingga kerap kali membuat para penonton tertawa.

Seperti tokoh pemerannya, kesenian ini bernama Dagelan Gareng Petruk (dua tokoh dari punakawan). Kamu juga tak boleh melewatkan kuliner khas yang ada di desa batik alam ini.

Kuliner Khas

Kuliner khas yang wajib kamu coba adalah Wedang Malon yang terbuat dari racikan rempah seperti jahe, kapulaga, daun serai dan campuran gula jawa, daun pandan, serta potongan daging kelapa muda. Perpaduan  rasa manis, gurih, pedas, dan hangat cocok untuk kamu nikmati ditengah hawa dingin yang menyelimuti desa ini, sob.

Kamu juga bisa menambahkan susu sapi ke dalam minuman ini, wah kebayang nikmatnya kan. Selain itu ada juga makanan khas seperti sate krembis yang berisikan gemblong, tempe, serta potongan gembus yang sudah dibentuk semacam sate dan dibakar, lalu diatasnya disirami oleh sambal kacang.

Sungguh membuat perut keroncongan. Makanan khas lainnya adalah Sego Gudhangan yang berisikan perkedel kentang, ikan asin, tahu bacem, serta urap sayuran seperti singkong, kecambah, daun cikri yang diurap dengan sambal kelapa dan disajikan diatas piring rajutan lidi beralas daun pisang.

Wah, sungguh menarik ya sob serba-serbi dari Kampung Alam Malon ini. Untuk kamu yang ingin merasakan semua keseruan disini, kamu bisa memesan paket wisata yang telah disediakan oleh pengurus desa setempat.

Baca juga :  Asyik, Bisa Jadi Petani dan Bermain Lumpur Desa Wisata Kandri

Jadi tunggu apalagi nih sob, berwisata sambil belajar tentu hal yang sangat mengasyikkan bukan? (Dindaidhy)

Artikel Lainnya

Leave a Comment