Home » Semargres Berakhir, Total Transaksi Rp127 M

Semargres Berakhir, Total Transaksi Rp127 M

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

TOTAL transaksi dalam Semarang Great Sale (Semargres) 2019 yang berlangsung 28 Juni hingga 28 Juli mencapai Rp127 miliar. Seluruh transaksi terjadi di lebih 800 merchant yang menjadi peserta Semargres.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyebut penukaran kupon elektronik (e-kupon) dalam waktu sebulan ini telah melebihi target. Total sebanyak1,5 juta buah E-kupon yang mengikuti undian hadiah utama 2 unit mobil.

“Ini adalah kerja keras teman-teman panitia Semargres. Memberikan event bergengsi dengan banyak rangkaian menarik,” terangnya usai penutupan Semargres di halaman Museum Mandala Bhakti, Minggu (28/7).

Dijelaskan, total transaksi yang berlangsung memang jauh dibanding pelaksanaan Semargres 3 tahun sebelumnya dari total 9 kali pelaksanaan event diskon belanja di Kota Semarang ini. Namun, jumlahnya masih jauh lebih baik dari tahun lalu.

Pasalnya, sejak Semargres 2018, sudah mulai dilakukan edukasi belanja dengan menggunakan non tunai (cashless). Dan terbukti, semakin tahun awareness warga untuk berbelanja non tunai semakin membaik.

“Kami baru gunakan 2 tahun terakhir ini. Dan ini sudah terlihat lebih baik dari tahun lalu,” tukasnya.

Ketua Panitia Semargres 2019 Wijaya Dahlan menambahkan total transaksi tahun ini meningkat dua kali lipat disbanding tahun sebelumnya. Di tahun 2018, totalnya hanya sekitar Rp68 miliar.

“Ini sudah ada kenaikan dua kali lipat dibanding sebelumnya, bahkan lebih dari 100 persen,” tandasnya.

Ditambahkan, mulai tahun ini, konsumen yang berbelanja wajib mengunduh aplikasi Semargres. Total undahan aplikasi di android dan i-phone ini mencapai 11 ribu.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi luar biasa kepada panitia Semarang Great Sale 2019. Panitia, imbuhnya, sudah sangat optimal sehingga menarik wisatawan untuk datang ke Semarang.

Baca juga :  Wow! 15 Ribu Penari Bakal Pecahkan Rekor di HUT Kota Semarang

Menurutnya, dengan konsep membangun bergerak bersama, pemerintah bahkan tidak mengeluarkan anggaran sepeserpun untuk membantu penyelenggaraan Semargres. Semuanya murni dilakukan warga dan Kadin sebagai panitia.

“Saya beri apresiasi luar biasa. Pengusaha sudah mengambil peran dalam membangun Kota Semarang. Alokasi dana dari pemerintah bisa digunakan untuk kepentingan lain yang tidak kalah urgent,” tegas Hendi panggilan akrabnya.

Penggunaan aplikasi dalam transaksi dalam hematnya adalah sebuah upaya agar warga semakin melek teknologi. Itu seiring dengan program Semarang Smart City yang diusungnya.

“Satau lagi, mohon dibantu agar laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang dapat mencapai 7% seperti yang dicanangkan Gubernur Jateng. Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Semarang 5,4% dan tahun ini sudah di angka 6,5%, sudah mendekati angka ideal. Ini juga angka perutmbuhan ekonomi tertinggi di Jateng lo,” tandasnya.

Artikel Lainnya

Leave a Comment