Home Destinasi Revitalisasi Tahap II Kota Lama Mulai Dikerjakan

Revitalisasi Tahap II Kota Lama Mulai Dikerjakan

by minGal
Galeri Wisata

REVITALISASI Kota Lama kembali dilanjutkan ke tahap II. Menurut Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, revitalisasi tahap II ini membutuhkan dana sekitar Rp70 miliar.

“Dananya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan akan mulai dilaksanakan pertengahan bulan ini,” terangnya.

Dijelaskan, revitalisasi Kota Lama tahap I sudah rampung pertengahan tahun ini. Bahkan dampak positifnya sudah dapat dinikmati warga dan wisatawan yang berkunjung.

Hampir setiap hari, ratusan hingga ribuan pengunjung memadati kawasan Little Netherland ini. selain berwisata, mereka juga memanfaatkan sarana prasarana yang dibangun untuk berfoto.

“Kota Lama masih ada satu tahapan lagi, yaitu lelang kedua yang sedang dilakukan prosesnya. Targetnya pertengahan Oktober ini sudah mulai dan April 2020 sudah selesai,” jelasnya.

Menurut Ita panggilan akrabnyayang juga Wakil Wali Kota Semarang, pembangunan tahap II lebih fokus pada bagian luar Kota Lama. Pasalnya di tahap I, seluruh pembangunan sudah menjangkau pembenahan bagian dalam.

“Kalau yang bagian dalam kan sudah selesai, dilihat sudah bagus. Tinggal tahapan yang di luar, seperti di Jalan Sendowo, gang-gang kecil seperti Jalan Suari, Kedasih, Merak yang juga belum selesai,” imbuhnya.

Lebih jauh, dalam tahap II ini juga akan membangun museum mini di Bundaran Bubakan. Pada rencana awal, sebenarnya di lokasi ini akan dibangun polder.

Namun karena ditemukan adanya situs benteng kuno, pembangunan polder diurungkan. Di sekitar bangunan museum, akan dijadikan ruang terbuka hijau.

Kali Semarang yang selama ini dikenal dengan Kreteg Mberok juga tak luput dari pembangunan tahap II. Di sana nantinya akan dibangun pusat informasi bagi wisatawan atau biasa dikenal dengan TIC (Tourism Information Centre).

Seperti diketahui, revitalisasi Kota Lama tahap I menelan dana Rp 165 miliar dan membengkak menjadi Rp 200 miliar. Pembengkakan anggaran terjadi karena Kementerian PUPR menginginkan Kawasan Kota Lama lebih dipercantik dengan menggunakan polesan batu alam murni.

Tujuannya adalah untuk mengejar target agar bisa ditetapkan sebagai World Heritage pada 2020.

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment