Home » PUSARA(N), Gebrakan Kreatif Karya Anak Semarang

PUSARA(N), Gebrakan Kreatif Karya Anak Semarang

by galeriwisata.id
Film PUSARA(N)

DALAM rangka Hari Film Nasional 30 Maret, anak muda Semarang berkolaborasi dan bersinergi untuk menghasilkan sebuah karya kreatif berupa film yang mendobrak kepopuleran Kota Semarang. Film PUSARA(N) merupakan awal pengembangan industri perfilman di Kota Semarang ini telah tayang perdana di Bioskop XXI Paragon dan turut dihadiri oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Film PUSARA(N) ini digarap oleh Sure Pictures. Indra Prasetiya bertindak sebagai produser, dengan disutradarai oleh Leonardo Cardinal Utomo.

Adapun pemain seperti Mentik Wangii sebagai Rahman yang merupakan tokoh utama dalam film, kemudian menghadirkan Sinta Pratiwi, Indra Prasetiya, Thariq Kamaludin, dan Ithuk Arthayani. Produksinya didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Sobat Galwis musti tahu bahwa melalui media film, masyarakat dan para netizen dapat mengenal Ibukota Jawa Tengah dengan lebih dekat. Secara tidak langsung, film PUSARA(N) merupakan salah satu strategi untuk mempromosikan pariwisata di Semarang.

Melalui layar bioskop pemirsa dapat melihat dan mengetahui tampilan destinasi wisata yang menjadi landmark unik Kota Semarang seperti Kota Lama, Pecinan, Marabunta, Marina, dan lain lain. Alur cerita yang menarik dan relevan dengan kondisi sekarang, membuat film ini digemari.

Antusiasme terbukti dari penjualan tiket saat penayangan perdananya sold out dengan cepat. Film ini turut mengangkat fenomena yang umum dirasakan setiap masyarakat dimana membuat pemirsa yang menyaksikannya turut masuk ke dalam tokoh Rahman selaku supir taksi online dengan perasaannya yang berkecamuk ingin mengakhiri hidupnya, namun disisi lain dia bertemu dengan para penumpang (pusara) yang membuatnya berpikir berulang-ulang sebelum membuat keputusan.

Film ini mengajak para pemirsa untuk membuka pikiran mereka untuk mengenal lebih dalam tokoh utama. Akankah Rahman berhasil menemukan solusi masalah yang dia hadapi ataukah justru memilih mengakhiri hidupnya?

Baca juga :  Ibis Simpanglima Gelar Table Manner untuk Media

Selain alur cerita yang dilakukan dengan metode pendekatan tokoh, pemandangan audio visual yang menampilkan potensi Kota Semarang juga turut digali. Original soundtrack film PUSARA(N) ini juga menggandeng Sani vokalis dari Good Morning Everyone dan Bima Sinatrya (Figura Renata) serta dalam film juga  menampilkan lagu dari para musisi Semarang seperti Figura Renata, Malik Ros, RUMI, Raka Ardian Ft Cosmicburp, Pyong Pyong, TESSA, Soegi Bornean, dan Saturn Return.

“Kami pastinya senang apabila karya-karya yang dihasilkan juga dapat menjadi media untuk mengenalkan potensi dan kebudayaan Kota Semarang. Apalagi alur cerita film ini sangat menarik dengan penghayatan para pemain yang luar biasa yang ikut mengangkat konten lokal yang terjadi di masyarakat. Harapannya, dengan ditayangkannya film lokal ini mudah-mudahan industri perfilman di Kota Semarang dan Indonesia dapat bangkit kembali setelah sempat surut karena adanya pandemi COVID-19,” ungkap Hendi.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengemukakan film yang diproduksi di Semarang dapat menjadi sarana promosi karena menampilkan bingkai landmark khas Semarang. Upaya pengembangan sektor kreatif lainnya adalah dengan menyediakan dua gedung di Creative Hub Kota Lama yaitu Galeri Industri Kreatif dan Gedung Oudetrap yang dapat digunakan secara gratis oleh pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan karya.

Penayangan perdana film PUSARA(N) merupakan bentuk implementasi nyata pengembangan industri perfilman yang termasuk dalam sub sektor ekonomi kreatif yang sedang dikembangkan pemerintah, beserta 5 film lainnya yang sedang dalam proses. Film lokal ini akan melalui tahap screening agar dapat ditayangkan di bioskop-bioskop serta akan diikutkan ke dalam acara festival film dalam maupun luar negeri.

Artikel Lainnya

Leave a Comment