Home » Politik Hijau Walikota Hendrar Prihadi Makin Bawa Semarang Jadi Kota Tujuan Wisata

Politik Hijau Walikota Hendrar Prihadi Makin Bawa Semarang Jadi Kota Tujuan Wisata

by galeriwisata.id
Politik Hijau Hendrar Prihadi

SOBAT Galwis tahu gak jika Semarang pernah dinobatkan sebagai Kota Wisata Terbersih se-ASEAN di tahun 2019 oleh ASEAN Tourism Forum? Itu artinya, Kota Loenpia telah menaklukkan beberapa kota lain di Asia Tenggara terutama dari sisi kebersihan baik udara, tanah maupun airnya.

Tak heran jika angka kunjungan wisatawan ke Semarang semakin bertambah tiap tahunnya. Di tahun 2019 saja, total sudah hampir 6 juta wisatawan berkunjung.

Selain karena pembenahan dan perbaikan berbagai destinasi wisata, juga karena warganya semakin sadar wisata. Selain itu, Walikota Hendrar Prihadi ternyata juga melakukan banyak kebijakan.

Salah satunya adalah melakukan Politik Hijau. Tujuannya tentu saja untuk menjaga bumi, alam dan lingkungan hidup.

Jadi wisata maju namun kondisi alam sekitar juga tetap terjaga. Warga dan wisatawan juga tetap dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Ancaman banjir dan rob bukan hanya disebabkan oleh kondisi alam, namun juga bagaimana perilaku dalam menjaga lingkungan. Untuk itu salah satunya yang dilakukan adalah melakukan manajemen pengelolaan dan pengendalian sampah,” terang Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Sobat tahu juga gak jika sejak 2018, pihaknya sudah melakukan pengelolaan dan optimalisasi sampah agar menjadi barang yang berdaya guna. Di tahun 2018 hingga tahun 2020, volume sampah yang diolah terus meningkat dari 850 ton sampah per hari, kini sudah meningkat hingga 1200 ton sampah per hari.

Sebanyak 62% dari sampah tersebut berjenis sampah organik, dan sisanya adalah non organik seperti plastik. Semuanya diolah di TPA Jatibarang, Semarang.

“Diprediksi jumlah sampah ini akan terus meningkat seiring peningkatan perekonomian, kunjungan wisatawan dan sebagainya,” imbuh Hendi.

Keberadaan waterfront city juga salah satu upaya untuk menarik minat wisatawan. Sungai-sungai yang dulu kumuh, kini sudah disulap menjadi daerah tujuan wisata dan dapat dinikmati keindahannya.

Baca juga :  Walikota vs CEO di Corporate Fun Futsal Competition

Kali Semarang dan Kampung Pelangi contohnya. Di sana, bahkan sudah ada Taman Kasmaran yang menjadi public space dilengkapi micro library dan café.

Begitu pula kebijakan pembatasan penggunaan plastik. Ternyata wisatawan dan warga menyambut positif kebijakan ini dengan ikut mengurangi penggunaan kantong plastik, sedotan hingga tempat makan dari sterefoam.

Nah, adapun untuk sampah plastik yang sudah terlanjur diguanakan dan dibuang, ternyata ada ratusan bank sampah yang siap mengolahnya. Sisanya, dijadikan bata ecobrick dan aspal plastik yang dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan sejumlah proyek di Semarang.

Bukan sekedar pengelolaan sampah, Hendi mengaku Politik Hijau Kota Semarang juga menyasar menjadi green city. Selain mengeluarkan peraturan tentang bagunan gedung hijau, Hendi mengaku pihaknya juga mengarah ke pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (panas matahari), bayu (angin), dan hidro (air).

Jadi, gimana sob? Siap ikut membantu menjaga lingkungan dan bumi kita kan jika nanti kamu jalan-jalan ke Semarang?

Setidaknya ya dengan tidak membuang sampah dan mengurangi penggunaan plastik. Gampang kan?!

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment