Home Destinasi Penyalaan 1.000 Obor di Kampung Jawi

Penyalaan 1.000 Obor di Kampung Jawi

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

KAMPUNG wisata budaya Kampung Jawi yang terdapat di Kalialang, Gunungpati terus berbenah. Terbaru, warga dan pengelola kampung melakukan penyalaan 1.000 obor di Lapangan Kampung Jawi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bahkan berkenan mengikuti kegiatan ini. Apalagi acara yang dihelat untuk memeriahkan HUT RI ke-74 ini sekaligus menjadi agenda wisata yang menyedot animo wisatawan untuk menikmati budaya lokal wilayah tersebut.

“Kegiatan positif yang datang dari inisiatif dan pemberdayaan warga ini sangat didukung oleh Pemerintah Kota Semarang. Kami berusaha menyesuaikan potensi, kekayaan serta kearifan lokal yang dimiliki warga di sini,” terang pengelola Kampung Jawi Sisbudaya.

Dijelaskan, potensi Kampung Jawi terus digarap dan berasal dari keinginan untuk mengembangkan dan menjaga budaya asli Jawa. Karenan itulah, pengunjung yang datang ke sini, disambut dengan Bahasa Jawa.

Memasuki area Kampung Jawi, wisatawan akan langsung disambut wayang raksasa yang dilukis di atas jalan. Menyusuri gang, wisatawan juga akan dihibur dengan alunan musik khas kesenian gamelan, tek-tek, karawitan, dan jathilan dari sanggar-sanggar kesenian yang ada di kampung tersebut.

Diakui, wisata budaya itu lahir dari keinginan warga setempat untuk mempertahankan budaya asli daerah di tengah tantangan era digital serta globalisasi saat ini. Oleh karenanya, berbagai agenda wisata pun dihelat untuk semakin mengangkat potensi di Kampung Jawi.

“Selain untuk menyemarakkan HUT RI ke-74, penyalaan seribu obor juga dimaksudkan sebagai pertanda membakar berbagai hal negatif yang ada di NKRI untuk kemudian bersatu bersama membangun kebersamaan serta Kota Semarang dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Walikota menegaskan sebelum diubah menjadi Kampung Jawi, Kalialang dikenal sebagai daerah yang kering dan rawan longsor. Kini wilayah ini telah bertransformasi menjadi sebuah kampung yang sangat menarik berhias lukisan mural bertemakan budaya Jawa saat ini menunjukkan kemajuan yang pesat.

“Dapat dilihat kawasan ini sekarang semakin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan sehingga roda perekonomian terus bergerak dan meningkatkan ekonomi warga,” pungkas Hendi.

Ditambahkan, Pemkot Semarang terus berupaya untuk menggeser fokus pembangunan dari sektor industri ke sektor pariwisata. Namun hal itu membutuhkan banyak inovasi dan kreatifitas mengingat Kota Semarang tidak punya warisan budaya asli yang kuat seperti Jogja atau Solo.

Untuk itu menurut Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, pengembangan sektor pariwisata Kota Semarang kemudian diarahkan untuk banyak menggali kekayaan dan kearifan budaya lokal yang dimiliki warganya.

“Kami mencoba keluar dari pakem dengan mengangkat kearifan lokal di Kota Semarang, seperti keragaman budaya yang sangat kaya di Kota Semarang. Tantangan ini melibatkan kepekaan dalam melihat sekeliling, yang terus didorong dan diupayakan melalui konsep bottom up dan bergerak bersama, sehingga semua pihak dapat terlibat,” lanjutnya.

Sobat Galwis tertarik mengunjungi Kampung Jawi? Sila menuju Jalan Kalialang Lama, RW 1 Sukorejo.

Artikel Lainnya

Leave a Comment