Home » Pasar Semawis Bertahan 14 Tahun dan Terus Berjaya

Pasar Semawis Bertahan 14 Tahun dan Terus Berjaya

by GaleriWisata.id

BERBICARA mengenai Pasar Semawis, ternyata ia masih jadi kebanggaan Semarang. Digelar sejak 2004 lalu oleh Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), berarti ia sudah bertahan selama 14 tahun ini.

Berbeda halnya dengan pendahulu dan inisiatornya, Kya Kya Kembang Jepun di Surabaya, yang ternyata juga mendahului tutup. Menariknya, Pasar Semawis hingga kini masih mampu mempertahankan orisinalitasnya.

Jajaran aneka rupa kuliner memenuhi Gang Warung. Ujung ke ujung, padat dengan tenda-tenda makanan baik yang tradisional, modern, hingga handycraft. Eh jangan salah, ini juga yang jadi ciri khas Pasar Semawis yakni keberadaan peramal atau pembaca keberuntungan. Selain itu, ada juga stan untuk berkaraoke lagu-lagu Mandarin yang jelas tidak semua pengunjung bisa ikut bernyanyi :D, meski ya sebenarnya bisa saja kita ikut nyanyi asal membawa CD sendiri hehe.

Buka mulai jam 18.00-22.00, pasar ini bisa dinikmati warga dan wisatawan setiap Jum at, Sabtu dan Minggu petang. Selebihnya, fungsi jalan dikembalikan seperti semula, buat lalulintas warga dan pedagang di sekitarnya, karena ya memang kawasan itu merupakan pusat perekonomian yang tak jauh dari Pasar Johar.

Menariknya, Semawis selalu menyediakan tanda makanan halal di depan konter jualan. Jadi anda tak perlu khawatir akan mendapat makanan non halal di sini karena semua sudah ada tandanya.

Jikapun masih ragu, bisa saja bertanya kepada penjualnya. Lebih dari itu, kini hampir semua penjual makanan halal di Semawis, mengajak serta gadis-gadis berjilbab untuk ikut membantu menawarkan dagangan sekaligus melayani pembeli. Menepis keraguan dan menciptakan branding makanan halal, tidak kalah penting kok dengan mendapatkan laba berlimpah kan. Dan pedagang kuliner di sana, sadar banget akan hal itu.

Baca juga :  Jamuan Tok Panjang Tutup Pasar Imlek Semawis 2020

Soal makanan tradisional tadi, beberapa di antaranya adalah kuliner legenda di Semarang lo. Ada Pisang Planet, es Congklik, jamu Djun, gudeg Wijilan juga ada. Masing-masing memiliki ketenaran dan kisah legenda turun temurun, jadi tak salah pengelola Kopi Semawis menghadirkannya di pasar ini.

Sedangkan makanan modernnya, ga usah disebut ya. Pokoknya yang lagi tren lah, yang model sosis dan ditusuk tusuk pake tusuk sate itu, es kepal, es krim dengan nitrogen yang berasap itu, lalu ada pula aneka tahu dan gorengan seperti bolang baling dan jakwe.

Ah banyak banget lah, kalau disebutin bisa penuh satu tulisan ini dengan rangkaian jenis makanan di Pasar Semawis. Oh ya, semua makanan yang dipesan, boleh kok dimakan sambil jalan menikmati seluruh area. Mau dimakan sambil duduk nyaman, juga sudah disediain tempat.

Jadi memang ada baiknya, disempetin dolan kesana. Pokoknya jangan lupa, setiap Senin-Kamis … Pasar Semawis-nya tutup ya. Jangan lupa pula, siapin perut kosong klo pas kesana agar semua makanan bisa muat ke perut haha. Eh satu lagi…sangu duit yang banyak hehe.

 

Artikel Lainnya

1 comment

Berburu Kuliner di Pecinan Semarang - Galeri Wisata 15/05/2019 - 10:00 am

[…] paling terkenal dari aktivitas berburu kuliner di kawasan ini adalah keberadaan Pasar Semawis yang hadir setiap Jumat-Minggu dan sudah ada sejak 2004 lalu. Namun selain di akhir pekan, kamu […]

Reply

Leave a Comment