Home » Pasar Imlek Semawis dan Ikan Dori Ganjar Yang Tak Habis

Pasar Imlek Semawis dan Ikan Dori Ganjar Yang Tak Habis

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

HENTAKAN gendang terus mengiringi belasan orang yang menggerakkan naga panjang berwarna merah. Tongkat-tongkat penyangga badan naga berusaha mengimbangi liukan kepala, memadu harmonisasi.

Tarian Liang Liong seolah menghidupkan kembali mitologi naga. Ular besar dengan tangan dan kaki itu, seolah ingin menyapa, menghormat setiap orang yang dayang ke Pasar Imlek Semawis (PIS) 2020.

Lalu, Jalan Wotgandul Timur berubah semakin meriah. Apalagi saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, datang di lokasi PIS untuk membukanya secara resmi.

Kepala naga tetiba diangkat setongkat penuh, lalu menukik dan menggeliat di depan dada Ganjar. Pakaian tradisional China berwarna merah yang dikenakannya, senada pas dengan suasana.

Seketika pula, suara perkusi pengiring Liang Liong segera berganti dengan alunan erhu, guzheng dan dizi yang mengiringi gadis berjilbab menyanyikan lagu Mandarin. Bersama Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu, Ganjar duduk bersiap membuka PIS lalu makan malam di gelaran Tok Panjang.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim menyebut lagu-lagu tersebut mendendangkan syair-syair kebahagiaan menjelang Tahun Baru Imlek.

“Selain lewat lagu, kebahagiaan itu kami luapkan dengan menggelar Tok Panjang ini,” terangnya.

Ya, Tok Panjang merupakan tradisi makan orang Tionghoa di meja panjang yang diikuti oleh banyak orang. Lalu dipoles jadi perayaan meriah, dibuka untuk umum sebagai bagian dari akulturasi.

Karena sudah dinikmati semakin banyak warga dari berbagai kalangan, sajian Tok Panjang-pun kini menyesuaikan. Tentu saja dengan menu-menu halal.

Hidangan khas Tionghoa, dihadirkan khusus saat imlek. Sup lobak, kue keranjang, acar, nasi goreng khas Tionghoa sampai yang paling lezat adalah ikan dori, semuanya memiliki filosofi khusus yang memiliki arti kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan dan kesuksesan.

Baca juga :  Kota Semarang Borong Abiwara Pariwisata 2019

“Tahun ini, PIS dan Tok Panjang sudah memasuki 17 kali gelaran. Sekaligus menggaungkan toleransi tingkat tinggi dari Semarang kepada Indonesia. Tema tahun ini Potehi,” imbuh Haryanto.

Galeri Wisata

Satu kejadian unik terjadi saat Ganjar didaulat naik panggung untuk membuka PIS 2020. Pasalnya, ia tengah asyik menyantap sajian ikan dori.

“Tapi sayang, meski sudah memakai baju khusus ini saya tidak bisa menghabiskan ikan dori yang sangat lezat itu karena dipaksa naik panggung ini. MC harus tanggung jawab. Tapi kok bisa ya masak seenak itu,” seloroh Ganjar disambut tawa ribuan pengunjung.

Kekecewaan Ganjar yang tidak bisa menghabiskan hidangan ikan dori itu terbayar lunas ketika dia makan kue keranjang. Berbeda dengan kue keranjang pada umumnya, di Tok Panjang tersaji kue keranjang kukus santen yang sensasi rasanya sangat legit.

Kebahagiaan pengunjung dan tamu semakin lengkap ketika nonton adegan peperangan di pertunjukan wayang potehi. Ganjar bahkan mengeluarkan souvernir wayang potehi yang dia terima di atas panggung, kemudian turut nimbrung dalam adegan peperangan itu.

“Inilah kekayaan kita. Acara yang sangat unik dan ditunggu-tunggu banyak orang. Kulinernya enak-enak. Tidak ada ruginya liburan ke sini,” tandasnya.

Artikel Lainnya

Leave a Comment