Home » Nyadran Sendang, Jawaban Untuk Terus Melestarikan Alam

Nyadran Sendang, Jawaban Untuk Terus Melestarikan Alam

by galeriwisata.id
Galeri Wisata

RATUSAN oncor (obor bambu) berjajar memanjang. Jalanan kampung yang gulita, seketika benderang dengan ular-ularan cahaya.

Tua muda hingga anak-anak, berjalan berjajar, menampakkan rona bahagia. Senyum terus mengembang di wajah mereka.

Semilir bayu tak menghirau malam. Seolah restu bagi mereka yang nguri-uri tradisi.

Di barisan depan, tetua kampung menjadi pemandu jalan tepat di belakang oncor terbesar. Tujuh gadis pembawa air suci, mengikuti perlahan disambung dengan perwakilan masing-masing kampung, mengekor kemudian seluruh warga yang membawa obor.

Sebelumnya, ritual pengambilan air suci dimulai dari Sendang Lanang. Dipimpin sesepuh, air yang menjadi lambang kehidupan dan penghidupan warga Kandri, diambil untuk kemudian diarak ke seluruh pelosok.

Sepanjang jalan, tidak saja bias oncor yang menyeruak di tengah malam. Namun puja-puja sholawat juga terus menggaung, menjadi penerang bagi hati yang bimbang.

Galeri Wisata

Dan ritual pengambilan air suci, menjadi pembuka bagi tradisi nyadran bagi warga Kandri. Sebuah ungkapan rutin untuk berucap terima kasih atas limpahan rahmat dan nikmat Illahi bagi seluruh desa.

Tidak saja setiap jengkal tanahnya yang subur, juga ucap syukur atas kesehatan yang dirasakan. Adalah nikmat sehat untuk mengolah dan memanen hasil bumi pemberian Gusti.

Dan air suci tujuh mata air, tak lantas dibagi. Ia lebih dulu menerima wejang dan doa-doa dari para wali.

Semalam ini, biarkan ia mengendap. Menuntaskan asa manusia yang kan jadi pelestarinya.

Esok, sebagai lanjutan tradisi nyadran sendang, air-air suci akan dibagikan. Tidak kepada kalian, namun dikembalikan ke pelukan pertiwi untuk kemudian menjadi pendorong hasil panen yang lebih banyak lagi.

Warga Kandri kan semakin sejahtera. Tak ada lagi yang mengiba sulit menggapai rizki, semua telah terpenuhi selama bumi terus lestari.

Baca juga :  Walikota ‘Gulung’ Pengusaha di Corporate Fun Futsal Competition 2019

Dan tausiyah di pelataran Sendang Gedhe, khusyuk diikuti warga. Tetua bersila, anak-anak  duduk diam rapi layaknya bersemadi memanjatkan puja puji kepada Illahi.

Alam telah memberi jawaban. Tinggal bagaimana kita menjawab tantangan, akankah terus menjadi pelestari atau justru murka dan keserakahan yang lebih kita tonjolkan.

Kandri telah memberi teladan, agar alam terus kita lestarikan. Nyadran Sendang adalah jawaban, atas semua pertanyaan tentang alam.

 

 

Artikel Lainnya

1 comment

Leave a Comment