Home » Ngevlog di Lawang Sewu Harus Bayar Jutaan Rupiah, Benarkah? Ini Penjelasannya

Ngevlog di Lawang Sewu Harus Bayar Jutaan Rupiah, Benarkah? Ini Penjelasannya

by GaleriWisata.id
Lawang Sewu

BEBERAPA hari lalu ramai diberitakan ada seorang vlogger yang dimintai biaya jutaan rupiah saat nge-vlog di Lawang Sewu. Seorang pengunjung menyampaikan, ia dimintai hingga 3,5 juta saat mengambil gambar di bangunan ikon Semarang tersebut oleh petugas keamanan 8 Nopember lalu.

“KAI Wisata menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik akun Youtube Kirandika Channel dan akan menghubungi pemilik akun tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan. Dalam kesempatan ini kami ingin menegaskan bahwa semua prosedur dan tarif atas berbagai kegiatan yang diberlakukan di Lawang Sewu adalah legal sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan, namun demikian tupoksi bagi para petugas keamanan di lapangan hanya sebatas menyampaikan informasi terkait prosedur dan mengarahkan pengunjung untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari Customer Service yang berlokasi di Kantor Pengelola Museum. Hal tersebut ditetapkan guna menghindari adanya salah informasi atau missed communication,” jelas Humas PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) M ilud Siregar.

Waaa jadi begitu sob kejadian sebenarnya. Bahwa permintaan bea tersebut bukan dilakukan oleh oknum keamanan sepihak.

Namun karena memang sudah menjadi aturan dan kebijakan PT KAI Wisata yang membawahi Lawang Sewu. Jadi memang kebijakan ini resmi dan diakui, bukan sekedar pungli atau ulah oknum semata.

Secara rinci, Ilud menjelaskan aturan ini tercantum dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Gedung Bersejarah Lawang Sewu. Bahwa jika Sobat Galwis ingin melakukan photo shoot atau rekaman video (videografi/cinematografi) untuk kegiatan yang bersifat komersial seperti shooting film dan shooting iklan, maka akan dikenakan biaya penggunaan area pengambilan video/shooting, yaitu senilai 3,5 juta per jam belum termasuk PPN 10% lo sob.

Sementara, untuk pengunjung yang ingin menyewa tempat di Lawang Sewu untuk kegiatan gathering, pameran, bazaar, ekspo, pesta pernikahan, seminar, training/pelatihan, konser, photo session, biaya sewa tempat yang dikenakan disesuaikan dengan luasan tempat sewa dan masa sewa. Dan biaya sewa itupun harus dibayarkan secara transfer ke nomer rekening perusahaan.

Baca juga :  10 Tempat Wisata Gratis di Semarang

Jadi tidak diperkenankan membayar secara tunai untuk menghindari adanya kemungkinan tindakan kecurangan. Seluruh petugas di Lawang Sewu juga wajib mematuhi prosedur standar ini.

Selebihnya, pengunjung yang melakukan kegiatan syuting komersil dan sebagainya harus lebih dulu membuat kesepatan dan kerjasama dengan pengelola. Namun jika pengunjung hanya menggunakan kamera HP dan bukan kamera professional untuk berfoto atau mengambil video, masih diperkenankan kok.

“Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pengunjung Lawang Sewu yang merasa kurang puas dengan kekurangan dalam pelayanan kami, khususnya kepada pengunjung pemilik akun Kirandika Channel atas kejadian pada hari Minggu yang lalu. Bilamana petugas kami ditemukan melakukan pelanggaran terhadap hal tersebut, kami tidak akan segan untuk langsung menindak tegas petugas dimaksud sesuai peraturan yang berlaku di perusahaan,” tutup Ilud.

Selebihnya, KAI Wisata juga telah melakukan kegiatan pembinaan khusus guna mensosialisasikan ulang Peraturan Perusahaan beserta tupoksi yang berlaku kepada seluruh Petugas Keamanan dan Petugas Lapangan di Lawang Sewu agar ke depan tidak terulang kejadian yang sama. Yah semoga kejadian serupa yang mencorang citra pariwisata Semarang seperti ini tidak terulang lagi ya sob.

Soyuk dolan dan piknik lagi ke Lawang Sewu.

 

Jangan lupa tonton videonya:

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment