27/10/2018

‘Misteri Sang Pangeran’ Pagelaran Budaya Perdana di Taman Indonesia Kaya

ADU akting antara seniman-seniman terkemuka hadir mewarnai pentas budaya perdana di Taman Indonesia Kaya, Sabtu (27/10).

Kolaborasi budayawan seperti Butet Kertaradjasa, Cak Lontong, Marwoto, Sutri Respati dan budayawan Semarang Pri GS, dirangkum oleh penulis naskah sekaligus sutradara Agus Noor menjadi pagelaran teater rakyat. Mengambil judul Misteri Sang Pangeran, music digarap apik oleh Djaduk Ferianto.

Misteri Sang Pangeran berkisah tentang negeri yang banyak mengalami gangguan sehingga rakyat gelisah. Lalu muncul dua pangeran yang hadir sebagai penyelamat sehingga membuat putri kerajaan jatuh cinta.

Sayangnya, kemunculan pangeran ini tidak disukai sebagian pihak yang justru memfitnah keduanya. Syarat membuat taman indah dalam satu malam, seolah mustahil untuk dipenuhi.

“Dengan kesaktian dan bantuan rakyat, akhirnya dua pangeran itu berhasil membuat taman sekaligus terungkap bahwa salah satu pangeran adalah anak raja yang dibuang ke hutan oleh Adipati yang diam-diam ingin mengusai kerajaan. Kami hanya punya waktu singkat untuk berlatih, bahkan hanya beberapa jam sebelum pementasan semua dapat berkumpul bersama dan ternyata sukses,” terang Agus Noor.

Spirit teater rakyat sengaja dihadirkannya di pagelaran perdana Taman Indonesia Kaya yang sudah diresmikan 10 Oktober lalu. Ia berharap, kisah ini dapat memberikan tauladan dan hikmah kebajikan bagi masyarakat.

“Hadirnya Taman Indonesia Kaya semoga dapat menjadi angin segar bagi seniman Semarang dan Jateng untuk dapat lebih menelorkan karya berkualitas. Semoga semakin banyak pula seniman-seniman muda yang lahir dan memiliki gagasan yang lebih kreatif dan mencipta karya pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat,” imbuh Butet yang juga tim kreatif dari pementasan ini.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian menambahkan Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jateng. Tujuannya dapat menjadi wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni.

“Sebagai komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan dan melestarikan seni budaya Indonesia, kami akan menyelenggarakan pertunjukan panggung budaya setiap satu bulan sekali. Kami harap pementasan ini dapat menjadi sajian akhir pekan yang menghibur dan dapat semakin menumbuhkan rasa cinta masyarakat Kota Semarang terhadap seni pertunjukan,” tandasnya.

Facebook Comments