Home Event Mirip 911 di Amerika, Inilah Layanan Gawat Darurat 112 dari Semarang

Mirip 911 di Amerika, Inilah Layanan Gawat Darurat 112 dari Semarang

by minGal
Galeri Wisata

Hallo 112, ada kemacetan di seputar pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran. Mohon diatasi agar tidak semakin ruwet.

ITULAH sebagian kalimat yang sering muncul sebagai keluhan sekaligus laporan ke nomor gawat darurat 112. Ya, nomor ini memang mirip dengan layanan gawat darurat 911 di Amerika.

Dan kini, Walikota Semarang Hendrar Prihadi memastikan 112 semakin responsif. Berbagai upaya untuk menyempurnakannya telah ditempuh.

“Penyempurnaan tersebut antara lain terkait meningkatkan daya respon 112 agar bisa tersambung ke banyak instansi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dikarenakan dalam evaluasinya, ada banyak laporan yang memerlukan penanganan lintas instansi dengan kewenangan masing – masing. Salah satu contoh ketika ada laporan terkait kemacetan, operator 112 dapat menyambungkan laporan langsung secara paralel ke Dinas Perhubungan dan Polrestasbes Kota Semarang,” terangnya.

Dijelaskan, fokus pengembangan versi baru call center 112 adalah agar masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan respon. Dalam layanan 112 versi baru, setiap instansi akan mendapatkan notifikasi gawat darurat secara otomatis jika terkait dengan laporan yang diberikan.

Dengan adanya notifikasi tersebut, maka laporan yang disampaikan dapat sesegera mungkin direspon oleh instansi yang berkaitan. Tak hanya itu, fitur integrasi antar instansi untuk setiap laporan yang ada dalam versi sistem 112 terbaru juga dinilai dapat mempercepat penanganan, karena antar instansi dapat langsung terhubung berkomunikasi.

Tolok ukur keberhasilan system layanan ini, imbuh Walikota yang akrab disapa Hendi ini, adalah bagaimana warga dan wisatawan yang berkunjung ke Semarang dapat merasakan manfaatnya. Jadi, wisatawan semakin aman dan nyaman saat berlibur ke Semarang karena memiliki call centre yang responsif.

“Semoga adanya versi baru ini dapat memudahkan pihak- pihak terkait, apalagi juga ada fitur yang memungkinkan laporan dapat diketahui melalui ponsel, tidak perlu terpaku pada layar PC,” tutur Hendi.

Di sisi lain, perwakilan Kementerian Kominfo Republik Indonesia Harapan Takaryawan menyambut baik adanya penyempurnaan Call Center 112. Dirinya berharap pada tahun 2024, layanan tersebut dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

“Intinya masyarakat bisa semakin dimudahkan. Harapan saya, tahun 2024 di manapun berada, di seluruh Indonesia call center 112 bisa terhubung. Misal ada masalah kesehatan, kebakaran, terorisme bisa kontak 112. Apalagi dengan adanya aplikasi ini maka akan canggih lagi. Antara petugas dapat saling berkomunikasi, semisal melalui telpon agak sulit,” tandasnya.

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment