Home » Microlibrary Warak Kayu, Spot Instagramable Sang Juara Penghargaan Desain Internasional

Microlibrary Warak Kayu, Spot Instagramable Sang Juara Penghargaan Desain Internasional

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

SOBAT Galwis terutama yang warga Kota Semarang patut berbangga hati nih. Pasalnya, salah satu bangunan di kota ini berhasil menyabet penghargaan internasional.

Penghargaan arsitektur internasional Architizer A+ Awards 2020 berhasil disabet oleh bangunan bernama Microlibrary Warak Kayu. Bangunan kayu di Jalan Dr Soetomo tepatnya di Taman Kasmaran tepi Kali Semarang ini terpilih menjadi desain perpustakaan terbaik.

Ia berhasil menyisihkan berbagai desain perpustakaan dari berbagai negara, antara lain Rural Library di Zhejiang (China), Architecture Library di Bangkok, (Thailand), Hunters Point Library New York (Amerika), dan Billie Jean King Main Library di California (Amerika).

Dibangun dengan menggunakan material fabrikasi limbah kayu, Microlibrary Warak Kayu merupakan perpustakaan pertama di Kota Semarang yang punya desain unik. Didesain dengan sistem konstruksi Zollinger, menjadikan bentuknya menyerupai sisik kulit Warak (hewan mitologi khas Kota Semarang).

Desainnya juga dirancang agar bangunan tersebut dapat tetap sejuk tanpa perlu menggunakan pendingin ruangan (AC). Ini jelas sejalan dengan semangat Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam menerapkan konsep bangunan eco green di setiap fasilitas publik.

Dibangun dengan konsep bergerak bersama, pemerintah dan swasta berkolaborasi mewujudkan Microlibrary. Arsitekturnya didesain oleh SHAU Indonesia, sedangkan PT Kayu Lapis Indonesia memasok kayu-kayu hasil olahan limbah pabrik yang sudah tidak terpakai.

“Pemerintah Kota Semarang diminta untuk menyediakan tempat atau lahan minimal seluas 300 meter persegi. Kebetulan kami sedang mengembangkan sebuah wilayah di daerah Semarang selatan, yang sekarang terkenal dengan sebutan kampung pelangi, maka perihal lokasi tersebut kemudian kami sampaikan kepada pihak arsitek dan desain. Ternyata semua setuju,” terang Hendi.

Jadi wajar dong jika Hendi, Walikota Semarang berharap Microlibrary ini bisa memberi dampak yang baik kepada masyarakat. Selain menjadi ikon kebangkitan suatu wilayah yang dulunya kumuh menjadi menarik dan mengundang wisatawan untuk berkunjung.

Baca juga :  Serba-Serbi Kampung Alam Malon: Dari Batik Warna Alam, Gejog  Lesung Hingga Wedang Malon dan Sate Krembis

“Kehadiran Microlibrary bisa menjadi ikon yang luar biasa. Kebangkitan suatu wilayah yang dulunya kumuh, kemudian muncul menjadi tempat yang cukup menarik karena banyak wisatawan yang kemudian berbondong-bondong untuk datang ke sini,” imbuh orang nomor satu di Semarang ini.

So, jika Sobat Galwis ingin punya konten bergaya unik, bisa lo hunting di sini. Spot-nya sangat instagramable ditunjang dengan pemandangan Taman Kasmaran dan Kampung Pelangi di dekatnya.

Tapi ya jangan cuma buat foto, perpustakaannya dimanfaatkan juga untuk nambah pengetahuanmu ya sob.

Artikel Lainnya

Leave a Comment