Home Event MesaStila100 2019 Mendorong Pariwisata dan Peluang Usaha

MesaStila100 2019 Mendorong Pariwisata dan Peluang Usaha

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

MESASTILA Resort & Spa kembali mengadakan lomba lari ultra trail atau lomba lari lintas alam yang kesembilan,  4- 6 Oktober 2019 lalu. Lomba lari ultra trail itu sangat unik karena  menggabungkan aktifitas fisik, petualangan dan tradisi lokal dengan kategori yang berbeda setiap tahunnya.

Sebelum menjadi MesaStila100 event lari ultra trail ini bernama MesaStila Peaks Challenge. General Manager MesaStila Magelang Sugeng Sugiantoro mengatakan, MesaStila 100 ini pertama kali dilangsungkan pada tahun ini.

Event ini menjadi salah satu sport tourism di Indonesia yang mampu mendatangkan peserta dari berbagai negara untuk mengikuti perlombaan lari ultra trail sekaligus mengenal keunikan alam di Indonesia. Kegiatan ini didukung resmi oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

“Diharapkan dengan event ini bisa memberikan warna khusus untuk kemajuan pariwisata di Jawa Tengah atau di Indonesia khususnya sport tourism,” tuturnya.

Adapun rute MesaStila ke-sembilan ini memakai rute yang sama dengan yang digunakan pada tahun 2015 dimana Gunung Gilipetung, Gunung Andong, Gunung Telomoyo dan Gunung Gilituri. Adapun Gunung Merbabu dan Merapi dua-duanya tidak dapat dilintasi karena baru saja terbakar sementara Merapi masih aktif 1,5 tahun belakangan.

Sugeng menambahkan, dengan adanya kategori baru yaitu 170k atau 100mil pada penyelenggaran kesembilan ini menjadikan MesaStila100 sebagai salah satu lari ultra trail terberat di Indonesia. Sebagai juara 1 untuk kategori 170K adalah Rachmat Septiyanto dengan menempuh waktu 32:38:54 masuk garis finish mengalahkan 9 peserta dimana hanya 4 peserta berhasil masuk garis finish Minggu siang.

Galeri Wisata

“Dari 9 peserta ini, hanya 4 peserta yang berhasil masuk di garis finish pada Minggu siang,” tambah Race Director MesaStila100 Sri Agus Budi Santoso.

Owner MesaStila Resort & Spa Sandiaga S Uno yang juga mengikuti lomba kategori 21 Km, kepada wartawan  mengatakan  menempuh waktu 3 jam lebih. Meskipun kategori 21 Km, namun rutenya dinilai menantang dengan elevasi tinggi.

“Yang kita ikut meramaikan acara dan mendorong pariwisata yang bisa membuka peluang usaha dan kerja bagi masyarakat di Magelang,” katanya.

Senada ia juga berharap agar event ini ditingkatkan skalanya. Dengan demikian, semakin banyak pelari dan penghobi lari terutama dari luar negeri yang ikut serta sekaligus menjadi event berskala internasional.

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment