Home » Mengunjungi Tugu Khatulistiwa di Pontianak

Mengunjungi Tugu Khatulistiwa di Pontianak

by GaleriWisata.id
tugu khatulistiwa pontianak

JIKA berkesempatan plesiran ke Pontianak, cobalah untuk mampir di tempat ini. Selain menjajal kulinernya yang sangat kaya dan khas, tengoklah pula satu destinasi yang hanya ada 1 di Indonesia ini.

Yap benar, Tugu Khatulistiwa. Seperti namanya, tugu ini memang dibangun sebagai penanda garis ekuator yang membelah bumi menjadi 2 bagian, selatan dan utara.

Jadi tidak hanya sekedar piknik, namun Sobat juga dapat sekaligus belajar.

Kota Khatulistiwa

Dan beruntung, letak garis tersebut berada persis di atas Pontianak. Jadi ya wajar jika kota ini berasa lebih gerah dan panas dibanding daerah lain di negeri kita karena memang letaknya paling dekat dengan matahari seiring dengan bentuk bumi yang bulat.

Karena itu pula, Pontianak juga disebut sebagai Kota Khatulistiwa. Ya meski beberapa negara dilintasi oleh garis imajiner ini seperti Brasil, Ekuador, Somalia, Gabon, Kenya, Maladewa, Kiribati, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Sao Tome dan Principe, serta Nauru, namun hanya Pontianak-lah kota yang dilintasi garis ini.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië, tugu ini dibangun di tahun 1928 oleh tim ekspedisi internasional yang dipimpin ahli geografi berkebangsaan Belanda. Awal dibangun hanya berupa tonggak dengan anak panah.

Lalu pada tahun 1930 disempurnakan dimana tonggak dilengkapi dengan lingkaran dan anak panah. Tiga tahun kemudian, dibangun kembali dan disempurnakan oleh opzicter / architech Silaban.

Tugu Khatulistiwa Asli

Di tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan membuat kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Sementara tugu asli, masih berada di dalam kubah dan dilihat secara langsung dengan cara memasuki kubah gedung.

Baca juga :  Kenangan Mantan Susah Hilang? Cobalah Trekking ke Air Mata Mantan di Hutan Tinjomoyo

Kalau Sobat Galwis berkesempatan masuk ke dalam kubah, maka kamu akan menemui bangunan tugu asli yang terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter. Ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Adapun panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur. Artinya, garis khatulistiwa di Kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat bujur timur 20 menit 00 detik GMT (Greenwich Mean Time).

Titik Nol Bergeser

Menariknya, dari hasil penelitian tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Maret 2005 lalu, ternyata tugu ini tidak benar-benar berdiri pada titik nol. Ini dibuktikan setelah mereka melakukan koreksi lokasi titik nol.

BPPT mengatakan titik nol derajat bergeser, dan berada pada 117 meter dari Tugu Khatulistiwa ke arah Sungai Kapuas. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa. Tepatnya di belakang sebuah rumah di Jalan Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir.

tugu khatulistiwa

Hari Tanpa Bayangan

Fakta menarik lain yang tidak boleh kamu lewatkan adalah momen dimana matahari tepat berada di atas titik nol. Di saat ini, semua benda akan hadir tanpa bayangan karena merupakan kulminasi matahari.

Baca juga :  Revitalisasi Tahap II Kota Lama Mulai Dikerjakan

Biasanya, di waktu ini digelar event tahunan yang menjadi agenda wisata utama Pontianak. Di saat itu pula, wisatawan akan diajak berfoto yang menunjukkan mereka tak lagi memiliki bayangan selama beberapa saat.

Ada pula momen dimana pengunjung diajak mendirikan sebuah telur. Dan uniknya, saat titik kulminasi matahari ini, telur dapat berdiri dengan mudah.

Fenomena titik kulminasi matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Jadi, jauh-jauh hari Sobat Galwis sudah dapat mengagendakan waktu plesiran ke Pontianak.

Apalagi di sekitar area tugu, kini sudah dibangun taman yang indah. Water front juga dapat digunakan untuk spot foto menarik dengan latar kapal dan perahu berlalulalang di Sungai Kapuas.

Sempatkan pula berfoto saat matahari terbenam dengan warna jingga yang unik. Bagaimana, tertarik berkunjung ke Kota Khatulistiwa?

Tugu Khatuliswa Pontianak

HTM   : 2K

Lokasi : https://goo.gl/maps/hV1bJu3HdTGnzpTh8

 

Tonton Videonya:

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment