Home » Mengunjungi Goa Kreo: Bambu Krincing dan Legenda Sate Kambing

Mengunjungi Goa Kreo: Bambu Krincing dan Legenda Sate Kambing

by GaleriWisata.id

SELAIN legenda perjalanan Sunan Kalijaga mencari kayu jati hingga ke hutan di wilayah Semarang, ternyata Taman Wisata Goa Kreo masih menyimpan cerita legenda lainnya. Di antaranya adalah empat kera yang membantu Sunan Kalijaga serta Bambu Krincing yang memiliki aroma prengus seperti kambing.

Salah satu legenda lain yang jarang terungkap publik adalah keberadaan pohon bambu krincing. Pohon ini juga berkaitan erat dengan kisah Sang Sunan dalam perjalanannya mencari kayu jati untuk soko guru (tiang utama) Masjid Demak kala itu.

Dikisahkan, usai mencari kayu jati dan menghanyutkannya melalui Kali Kreo, Sunan Kalijaga bertemu empat kera berwarna merah, kuning, hitam dan putih yang menawarkan bantuan membawa kayu jati yang besar tersebut. Kayu jati sendiri sempat nyangkut di salah satu ceruk dan tidak bisa bergerak mengikuti arus kali.

Karenanya, Sunan Kalijaga lalu beristirahat. Di sela istirahatnya, ia makan sate kambing.

Usai makan, tusuk sate dari bambu dibuang begitu saja. Setiap kali dibuang dan jatuh ke tanah, berbunyi ‘krincing-krincing’.

Lambat laun menurut juru kunci sekaligus pengelola Taman Wisata Goa Kreo Kasno, di tempat dibuangnya tusuk sate itu, tumbuhlah serumpun pohon bambu. Anehnya, saat dipotong ujung dahannya, tercium aroma prengus seperti bau daging kambing.

“Karenanya kami namakan Bambu Krincing sesuai bunyi yang ditimbulkannya saat dibuang oleh Sunan Kalijaga. Aroma prengus, sampai sekarang masih tercium lo,” tuturnya.

Meski demikian, karena pembangunan Waduk Jatibarang, keberadaan Bambu Krincing terancam. Kasno sendiri sempat menyelamatkan beberapa rumpun dan menanamnya ke lokasi lain di dekat kantor pengelola Taman Wisata.

Tercatat saat ini masih tertinggal dua rumpun bambu. Hanya saja, rumpun ini tidak pernah besar dan tinggi. Pasalnya, ratusan kera ekor panjang yang menghuni tempat ini, saban hari memotong dan memakan pucuk daun budanya sehingga pohonnya tidak bisa besar.

Baca juga :  Ada Brankas Peninggalan Oei Tiong Ham di Pringsewu Resto

“Kera-kera itu selalu makan pucuk daun kalau pas tidak ada buah-buahan. Jadinya ya seperti ini, pohonnya kecil selain memang batang bambunya tidak besar,” tukasnya.

Namun demikian, aroma prengus masih tetap akan dinikmati saat kita mematahkan salah satu batang bambu. Tertarik mencoba? Yuk kunjungi Taman Wisata Goa Kreo.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya