Home » Mengenang Ibu Presiden RI, Ganjar Pranowo: Bu Noto Grapyak dan Semanak

Mengenang Ibu Presiden RI, Ganjar Pranowo: Bu Noto Grapyak dan Semanak

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

KABAR duka menyeruak. Di tengah dera dan cobaan pandemic virus korona, Indonesia terutama Presiden Jokowi mendapat ujian berat.

Ibunda Presiden RI yakni Sudjiatmi Notomiharjo, Rabu (25/3) pukul 16.45 meninggal di usia 77 tahun. Ucapan duka dan belasungkawa mengalir deras dari seluruh rakyat Indonesia.

Begitu pula orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia langsung menyampaikan ungkapan duka mendalam atas meninggalnya, ibunda Presiden Joko Widodo.

Bagi Ganjar, sosok yang biasa dia panggil Bu Noto itu adalah orang yang grapyak dan semanak (ramah dan mudah bergaul). Diakuinya, kabar meninggalnya ibunda orang nomor satu di Tanah Air diterimanya sangat mendadak.

Karenanya, setelah mendapat kepastian Presiden meluncur ke Surakarta, dia langsung koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia tentunya ingin menyampaikan salam belasungkawa langsung kepada Presiden Jokowi.

“Saya turut berduka, innalillahi wainna ilaihi raji’un. Semoga khusnul khatimah. Sebentar lagi saya meluncur untuk memberi penghormatan kepada beliau,” terangnya.

Ganjar sendiri mengenal Bu Noto sebagai sosok tauladan. Bahkan sepanjang pengetahuannya, tidak ada yang berubah sampai anaknya menjabat sebagai pemimpin tertinggi republik ini.

“Sejak Pak Jokowi jadi walikota saya mengenal beliau. Tidak ada yang berubah sampai sekarang. Tetap grapyak dan semanak. Beliau tetap mengikuti dan bercampur dengan masyarakat. Sama tetangga Bu Noto juga masih tetap sering mengunjungi,” kata Ganjar.

Pernah suatu ketika, saat hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng periode pertama, Bu Noto turut hadir di salah satu acara pengajian. Tapi kehadiran Bu Noto tersebut tidak diketahui dirinya.

Bahkan, kebiasaan Presiden Jokowi yang sering blusukan dan tidak berjarak dengan masyarakat, menurun dari sang ibu. Ganjar menilai Bu Noto patut dijadikan rujukan oleh para ibu.

Baca juga :  Best Western Premiere Solo Baru Berbagi Kasih Natal di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih

“Merakyatnya beliau ini memberi contoh bagi kita, sosok ibu yang selalu rendah hati. Bisa memberi teladan bukan hanya pada anaknya, tapi juga memberi teladan pada kita semua bahwa jabatan akan menjadi hal biasa saja dan tidak bisa mengubah relasi sosial yang telah ada,” kata Ganjar.

Artikel Lainnya

Leave a Comment