Home » Kelas Kenal Teh : Mengenal Berbagai Jenis dan Produk Teh Paling Populer

Kelas Kenal Teh : Mengenal Berbagai Jenis dan Produk Teh Paling Populer

by GaleriWisata.id

Bagi orang Indonesia biasanya hanya mengenal dua produk teh yaitu teh kepyur dan teh celup. Terlepas dari merknya, kedua teh tersebut memang umum diseduh untuk dinikmati sendiri atau orang lain.

Namun ternyata, ada ribuan jenis produk teh yang beredar di dunia saat ini. Belum lagi produk teh yang dihasilkan dari masing-masing eranya, tentu tak terhitung jumlahnya!

Galeri Wisata berkesempatan belajar mengenal teh ini di Kelas Kenal Teh by Sekolah Telusuri yang dibawakan oleh Wikiti. Yuk kenali lebih dekat produk teh dan berbagai jenisnya di bawah ini!

Gambar oleh Telusuri.id

Mengenal Produk Teh Berdasarkan Eranya

Teh-teh yang sekarang ini beredar di supermarket bisa dipastikan hanya segelintir saja dari sekian banyaknya teh yang ada di dunia. Teh pertama kali dihasilkan dari China yang kemudian menyebar luas ke seluruh penjuru dunia dengan berbagai pengolahannya sendiri.

Tentang Agama Teh

Pada abad ke-6 sebelum masehi, ada dua agama yang berkembang di China yaitu Tao dan Konfusius. Kedua agama ini menyebut teh sebagai minuman keabadian yang dimanfaatkan untuk meditasi dan media penyembuhan.

Para biksu Tao menggunakan teh sebagai sarana ibadah terutama untuk membantu berkonsentrasi saat meditasi. Para era selanjutnya, agama Tao berakulturasi dengan agama Budha yang menghasilkan agama Zen yang pertama kali membuahkan tata cara upacara teh atau prosedur ibadah teh.

Dari Dinasti Tang Sampai Era Kolonialisme

Menurut sejarahnya, teh berasal dari Dinasti Tang atau bahkan lebih lama lagi sebelumnya. Pada era ini beberapa produk teh mulai dikenal dengan proses pengolahan yang jauh lebih sederhana.

Pohon teh pada era ini memiliki ukuran yang lebih tinggi (berbentuk pohon pada umumnya) sehingga untuk memanennya perlu dilakukan pemanjatan. Untuk menikmatinya, teh bisa langsung direbus dalam keadaan yang segar atau yang sudah diproses.

Teh-teh ini semakin berkembang saat memasuki era selanjutnya seperti Dinasti Song, Dinasti Yuan dan Dinasti Ming.

Era teh yang berkembang tak hanya di China saja, melainkan di Jepang, India dan Eropa. Sampai akhirnya merambah ke era kolonialisme yang saat itu teh menjadi keuntungan terbesar ketiga bagi VOC.

Budidaya Teh Sekarang

Teh yang dulunya berbentuk pohon menjulang, kini banyak dibudidayakan dengan ukurang yang lebih kecil agar proses pemanenannya lebih mudah dan cepat. Ada banyak produk teh baru yang bermunculan dari berbagai pengolahan yang berbeda sesuai daerah asalnya.

Proses pemanenan saat ini pun juga sudah kompleks menggunakan bantuan mesin atau alat pemotong agar lebih cepat. Di Indonesia sendiri dengan curah hujan yang tinggi membuat masa pemanenan yang lebih cepat dibandingkan daerah lain, satu tahun bisa panen 25 kali atau lebih.

seduh teh

Gambar oleh Telusuri.id

Mengenal Varietas Pada Teh

Dari banyaknya jenis produk teh yang beredar saat ini, sebetulnya berasal dari pohon yang sama tergantung varietasnya. Dulunya Eropa mengenal teh hitam, teh oolong, teh hijau adalah jenis varietas teh yang berbeda. Namun ternyata berasal dari daun yang sama, hanya pada proses pengolahannya saja yang berbeda sehingga menghasilkan produk teh yang berbeda juga.

Baca juga :  Moment of Love Package and Moment of Love Set Menu Dinner di HARRIS Hotel Sentraland – Semarang

Sinensis

Daun teh varietas Sinensis memiliki ciri-ciri ukuran daun lebih kecil, kaku dan warnanya lebih terang dari varietas Assamica. Produktivitasnya untuk varietas ini bisa dibilang lebih rendah dengan masa panen yang lebih lama.

Assamica

Daun Assamica lebih lebar dan besar dibandingkan dengan varietas Sinensis. Untuk warnanya lebih hijau tua dengan bentuk lonjong dan mengkilap. Tingkat produktivitas dari daun teh varietas ini lebih tinggi sehingga masa panennya bisa lebih cepat.

produk dan jenis teh

Gambar oleh Telusuri.id

Berbagai Jenis Produk Teh

Teh Putih (White Tea)

Jenis produk teh pertama adalah teh putih dengan nama bekennya white tea. Teh ini merupakan kategori teh dengan proses yang cepat untuk menghindari oksidasi dari daun tehnya.

Rasanya lebih ringan baik kepahitan dan kesepatannya. Teh-teh jenis ini memang lebih digemari saat ini khususnya bagi mereka yang masih muda.

Teh Hijau (Green Tea)

Teh yang berasal dari varietas Sinensis ini memiliki rasa pahit yang lebih ringan dengan rasa sepat lebih dominan. Diproses melalui tahapan teh hijau agar menjaga kesegarannya saat dinikmati nanti. Proses yang cepat menghindari oksidasi pada daun teh sehingga cita rasa yang dihasilkan lebih natural.

Teh Merah

Berasal dari teh varietas Assamica ini lebih dominan rasa pahit dan sepat dengan warna yang lebih pekat dibandingkan teh-teh Jepang.

Java Souchong

Kemarin sempat mencicipi salah satu jenis teh merah yaitu Java Souchong. Teh yang berasal dari produksi Desa Pacet, Batang ini memiliki rasa yang lebih khas dari teh lainnya. Mungkin karena proses pembuatannya sehingga hasilnya pun juga berbeda.

menyeduh teh

Gambar oleh Telusuri.id

Teh Oolong

Salah satu jenis teh yang menarik untuk dicoba adalah teh Oolong (Oolong tea) yang dihasilkan dari proses cepat setelah pemanenan daun teh dilakukan. Produk teh ini akan berbentuk seperti butiran-butiran kecil hijau kehitaman. Ada dua jenis yang kemarin disajikan oleh Wikiti yaitu:

Smoked Oolong

Cita rasa teh Oolong yang nikmat dengan aroma bakaran yang lebih dominan. Aroma bakaran ini dihasilkan saat proses pembuatannya. Rasa sepat dan pahit ringan ditambah dengan aroma tersebut membuat paduan yang sangat menakjubkan!

Baca juga :  Corporate Gathering Bertema Sporty di Best Western Premiere Solo Baru

Baozong Oolong

Berbeda dengan Smoked Oolong dengan aroma bakarannya, Baozong Oolong dikenal dengan nama lain flower tea atau spring tea. Mungkin dilain kesempatan bisa mencicipi rasanya dari teh ini (karena kemarin belum ngicipin).

Matcha-iri genmaicha

Beberapa daerah tertentu tidak terlalu suka dengan rasa sepat yang berlebih pada seduhan tehnya. Alasan inilah yang membuat orang-orang Jepang membuat matcha-iri genmaicha.

Teh hijau yang ditambah dengan beras merah sangrai membuat cita rasa baru yaitu gurih (umami) dan rasa teh yang ringan (mild). Jadi ketika menikmatinya pun bisa jadi ketagihan, lho!

teh Maocha dan Loose Pu-erh

Maocha dan Loose Pu-erh oleh Telusuri.id

Teh Tua (Maocha dan Loose Pu-erh)

Jenis teh ini tergolong dalam kategori post-aged tea yang bisa dinikmati setelah kurun waktu yang lama (bisa belasan atau puluhan tahun). Semakin tua teh ini maka harganya pun juga semakin mahal. Rasa teh ini bisa dibilang earthty atau mirip seperti tanah atau kayu lapuk. Namun teh ini bisa dibilang sangat populer pada eranya.

Teh yang diproses yang lebih sederhana akan dipres lagi hingga membentuk piringan bulat. Hal ini untuk memperlambat proses oksidasi pada bagian dalamnya sehingga bisa disimpan lebih lama. Harga perkilonya saja bisa mencapai jutaan rupiah, lho!

Earl Grey

Teh yang masuk dalam kategori Flavored tea ini dihasilkan dari orthodox black tea dengan bergamot oil. Earl Grey lebih dikenal di kawasan Eropa sebagai minuman aristokrat dengan nilai yang tinggi.

Masala Chai

Seperti ciri khas daerah asalnya, Masala Chai ini memiliki cita rasa yang lebih unik dibandingkan dengan teh lainnya. Kombinasi dengan rempah-rempah (spices) khusus menghasilkan rasa yang tak ada duanya. Ketika masuk ke dalam mulut, rasa rempah-rempah sangat kuat dan dibalut dengan rasa teh yang mengiringinya.

Teh Wangi (Jasmine Tea)

Orang Indonesia pasti lekat dengan nama teh wangi atau jasmine tea, kan? Sebenarnya, teh wangi ini bukanlah teh yang dicampur dengan melati. Menurut sejarah dari teh ini dibuat dengan metode pengasapan dengan melati sebagai bahan utamanya.

Jadi ada beberapa jenis produk teh serupa dengan metode yang sama menggunakan bahan lain. Jadi bukanlah teh yang dicampur dengan melati, hanya aromanya saja yang diambil untuk menghasilkan teh aroma yang wangi.

Keanekaragaman teh ini memang perlu dipelajari lebih lanjut agar kelestarian kebudayaan dan tradisinya tidak hilang begitu saja.

Wikiti bersama dengan Telusuri dan Galeri Wisata mendukung untuk mencegah alih lahan kebuh teh menjadi pemukiman atau lahan bisnis lain.

Hal ini karena rasa terbaik teh bisa didapatkan dari pohon yang berumur tua. Semakin tua pohon teh yang dirawat maka akan menghasilkan cita rasa teh yang sangat bagus dan enak.

Artikel Lainnya

Leave a Comment