Home Destinasi Mendamba Kota Lama Bebas Kendaraan Bermotor

Mendamba Kota Lama Bebas Kendaraan Bermotor

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

MENDAMBAKAN Kota Lama bebas dari kendaraan bermotor yang melintas, tentu bukan angan-angan belaka. Setidaknya dengan ketiadaan kendaraan bermotor, wisatawan dapat semakin nyaman.

Mereka dapat bebas berjalan tanpa takut tertabrak mobil. Bisa mengambil gambar dari angle yang dikehendaki tanpa khawatir pengendara  yang motor yang meleng.

Dan gayung bersambut ketika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap tak ada kendaraan yang melintas di Kota Lama.

Selain membuat bangunan lebih awet tanpa kendaraan, hal itu juga akan membuat kawasan ini semakin eksotis. Lontaran gagasan itu disampaikannya setelah melihat dari dekat kondisi Kota Arbat, sebuah kota tua di dekat Moskwa, Rusia.

“Kebetulan kemarin saya ke Arbat, sebuah kota kecil di Moskwa yang juga penuh dengan bangunan lama. Kota ini dipenuhi dengan bangunan lama yang eksotik, juga setting sejarah di sepanjang jalan dan lingkungannya,” terangnya.

Kota tua inipun menjadi sangat ikonik. Banyak wisatawan yang datang berkunjung dan menyempatkan mampir ke Arbat.

Kota Lama, dalam hematnya juga akan seperti itu, rapi, tertata dan teratur. Syaratnya tentu saja tidak ada kendaraan bermotor yang lalu lalang yang dapat merusak struktur bangunan berusia ratusan tahun di Kota Lama.

Ganjar membayangkan, Kawasan Kota Lama benar-benar menjadi “kota lama” yang nyaman dan mengesankan. Hanya sepeda onthel yang diizinkan menjadi transportasi untuk berlalu lalang dari satu spot ke spot yang lain.

Karenanya, kendaraan bermotor harus parkir di tempat yang khusus disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Kebijakan car free zone akan menjadikan kawasan ini semakin ikonik dan membuat nyaman wisatawatan.

“Belajar dari Rusia, Kota Lama akan lebih cantik ketika semua bebas dari kendaraan, gedung-gedung hidup. Menjadi tempat kreatifitas. Car free day zone setiap hari. Parkiran disiapkan. Polusi dihilangkan,” tukasnya.

Ganjar juga mengaku terpukau dengan sungai yang mengelilingi kota tua disana. Di salah satu sudut, ia melihat ada jembatan kecil yang bisa dibuka tutup, sama dengan Jembatan Berok di Kali Semarang yang dulu bisa dibuka tutup dan bisa dilalui perahu-perahu untuk berwisata di Kawasan Kota Lama.

Ganjar berharap, Arbat bisa menjadi cermin bagi pengelolaan Kota Lama Semarang, yang sekarang mulai tertata dan dikembangkan. Kuncinya, kesungguhan menjadikannya sebagai kawasan wisata konservasi unggulan dengan segala detail pernak-perniknya.

Artikel Lainnya

Leave a Comment