Home » Memadukan Harmoni Alam dan Tata Cahaya Indah di Curug Gondoriyo

Memadukan Harmoni Alam dan Tata Cahaya Indah di Curug Gondoriyo

by GaleriWisata.id

OBYEK wisata Curug Gondoriyo resmi dibuka, Sabtu (9/2) malam. Namun meski masih soft launching, ratusan pengunjung sudah membanjirinya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curug Gondoriyo Kelurahan Gondoriyo Arifin menjelaskan pihaknya sengaja menyuguhkan kesenian lesung sebagai pembuka. Setelah itu, pengunjung disuguhi Nasi Bledhug dan Wedhang Sinom sebagai penunjang kuliner para wisatawan.

“Ini curug alam yang sebetulnya sudah lama ada, tetapi selama ini belum tergarap sehingga kami berkeingan mengembangkannya,” terangnya.

Lebih lanjut, dia mengaku adanya perwajahan baru di Curug Gondoriyo tersebut melewati proses perjuangan panjang yang memeras energi hingga materi. Berkat tekad dan keuletan warga untuk membangun wilayah agar lebih baik, membuat hal tersebut bisa terealisasikan.

Ia berharap, dibukanya atraksi wisata ini dapat menggulirkan ekonomi warga karena nantinya warga juga yang akan mengelola. Ditambahkan, untuk harga tanda masuk pengunjung dikenakan tarif Rp10 ribu sudah termasuk air minum dan cinderamata.

Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Eka Kriswati menegaskan kehadiran Curug Gondoriyo menambah jajaran tempat-tempat wisata eksotis di kota ini. Dengan demikian, target meraih 5,7 juta kunjungan wisatawan di tahun 2019, akan lebih mudah terwujud.

“Tapi jangan lupa, jangan sampai merusak alam dan lingkungan. Jaga alam indah ini dengan tidak membuang sampah apalagi mengotori sungainya. Mohon segera disiapkan berbagai atraksi menarik agar warga tidak bosan datang kesini dan kesini lagi,” tandasnya.

Curug Gondoriyo sendiri merupakan air terjun dengan ketinggian sekitar 25 meter. Paduan lampu-lampu hias menyorot indah di balik air yang jatuh dari tebing di atasnya, memadukan laras alam dengan kreativitas pengelola.

Selain itu juga ada Jembatan Comblang yang berhias payung warna-warna lalu disambung dengan spot Gembok Cinta. Jika ada penggemar hiking, anda bisa memanfaatkan keberadaan gua di sebelah kanan air terjun atau menelusuri saluran Talang Londho dan juga Sendang Adem yang mata airnya tidak pernah kering meski musim kemarau.

Baca juga :  Curug Liseng, Keindahan 4 Tingkatan Air Terjun

Untuk menuju lokasi, jaraknya hanya sekitar 15 Km dari pusat Kota Semarang menuju ke barat daya kea rah Mijen. Tepat sebelum LP Kedungpane, berbeloklah ke kanan menelusuri jalan sejauh kurang lebih 300 meter.

Di lokasi, sudah ada penunjuk jalan menuju curug yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter.

Galeri Wisata

 

Artikel Lainnya