Home » Mau Lihat Jajaran Sawah Indah dan Seribu Gazebo? Yuk ke Desa Wisata Kemetul

Mau Lihat Jajaran Sawah Indah dan Seribu Gazebo? Yuk ke Desa Wisata Kemetul

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

DESA Kemetul merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Semarang yang diresmikan pada tahun 2011. Terletak di Kecamatan Susukan,  berjarak sekitar 43 Km dari Ungaran dengan jarak tempuh sekitar 1,5 hingga 2  jam.

Desa ini memiliki luas wilayah berkisar 166,5 ha dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari daerah persawahan. Oleh karena itu, objek wisata yang utama ditawarkan tempat ini adalah pemandangan persawahan hijau yang terhampar luas.

Tak hanya itu, untuk lebih menarik minat dari wisatawan, dibangunlah sebuah jembatan bambu berbentuk bintang di tengah area persawahan tersebut. Hal ini yang akhirnya menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati waktu liburan mereka dengan nuansa yang berbeda dengan di kota.

Masyarakat setempat sangat menjaga kebersihan dan keasrian dari tempat ini, maka dari itu udara yang dihasilkan kawasan ini sangatlah segar dan bebas akan polusi. Sobat Galwis juga bisa berburu sunset dan sunrise di desa ini, apalagi jika kamu memandangnya diatas menara bambu tentu akan sangat indah.

Spot foto tak hanya berada di jembatan bintang saja, tetapi kamu juga bisa mengeksplorasi wilayah sekitar. Kamu bisa berfoto ala instagramable dengan gazebo yang berwarna-warni, atau foto dengan latar belakang alami yakni diantara pohon-pohon bambu yang tumbuh dengan subur.

Tak heran, banyak pula yang menyebut Kemetul sebagai Desa Seribu Gazebo. Untuk menikmati ini semua kamu cukup membayar 5k saja nih sob.

Selain keindahan dari alam dan banyaknya spot foto yang instagramable, Desa Wisata Kemetul ini juga sangat terkenal karena budayanya. Masyarakat setempat masih sangat melestarikan adat istiadat dan menjunjung tinggi unggah-ungguh atau yang dalam bahasa Indonesia berarti nilai kesopanan.

Baca juga :  Seksi dan Elegan di 'Chinatown' Kyu Kyu KTV

Jika kamu berkunjung desa ini, kamu bisa memilih paket wisata dan nantinya kamu bisa merasakan langsung kehidupan sebagai orang desa. Kamu akan mendapatkan pengalaman melihat adat dan budaya lokal yang masih dilestarikan seperti nyadran, merti desa, dawuhan, dan masih banyak lagi.

Nyadran sendiri adalah sebuah adat dimana kegiatannya sebagai penghormatan dari keluarga yang masih hidup kepada luwur (keluarga yang sudah meninggal), biasanya kegiatan ini dilakukan menjelang bulan puasa. Merti desa atau merawat desa, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta karena telah diberikan hasil panen dan bumi yang melimpah, kegiatan ini akan diakhiri dengan wayangan semalam suntuk.

Dawuhan adalah sebuah kegiatan untuk meminta hujan dan dilakukan di Lereng Bukit Sadang tepat di bawah pohon Kantin yang didaulat sebagai ikon desa Kemetul. Ada juga adat untuk membersihkan sungai atau mata air dan kegiatan mencari ikan di sungai, kegiatan ini dinamakan uber kali dan memet di kali.

Untuk kamu yang suka berpetualang, kamu bisa mengambil paket wisata tracking Sobowono, diajak berkeliling desa melintasi ladang dan sawah. Tentu di sepanjang perjalanan kamu juga akan bertemu masyarakat setempat dengan membawa hasil panen ataupun kayu untuk membangun rumah.

Jadi tunggu apalagi? Yuk kita berkunjung kesini dan merasakan sehari menjadi orang desa yang sarat akan adat istiadat dan budaya.

Artikel Lainnya

Leave a Comment