Home Destinasi Kota Lama ‘Kami Tetap Tangguh’ di Taman Srigunting

Kota Lama ‘Kami Tetap Tangguh’ di Taman Srigunting

by minGal
Galeri Wisata

AMBO atau Asosiasi Masyarakat Mbangun Oudestadt menggelar pameran foto dan narasi keseharian warga menghadapi pembangunan Kota Lama. Selain itu mereka juga akan menggelar aksi sosial yakni bagi-bagi ratusan masker dan diskusi konservasi cagar budaya.

Koordinator AMBO Pdt Helen G F Luhulima menjelaskan jika kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan HUT ke-472 Kota Semarang. Acara bertema ‘Kami Tetap Tangguh’ ini bakal berlangsung mulai Jumat (3/5) hingga Sabtu (4/5) pukul 10.00 hingga 20.00 di Taman Srigunting.

“Tema ini lahir dari kondisi. Proyek ini membuat kamu lelah. Akses sulit, debu bertebaran, bahkan sempat gereja ini berkabut,” terangnya.

Dijelaskan, terdapat ratusan foto yang akan dipamerkan dari berbagai komunitas, arsitek, seniman, maupun warga Kota Lama. Ratusan foto tersebut nantinya akan ditampilkan bersama dengan rangkuman narasi warga.

Pihaknya juga akan menggelar diskusi sekaligus sosialisasi terkait edukasi undang-undang cagar budaya dengan mendatangkan narasumber Endang Sumiarni dari Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta. Adapun tema diskusinya yakni “Tanggungjawab Masyarakat di Kawasan Cagar Budaya”.

“Selain itu, kami juga akan melakukan aksi pembagian raturan masker yang akan digelar di sekitar Kota Lama kami akan membagikan masker bagi siapapun yang ada di Kota Lama,” katanya.

Pembagian masker itu merupakan bentuk kepedulian AMBO terhadap gangguan debu yang menjadi dampak pembangunan Kota Lama yang belum berakhir hingga saat ini. Ia berharap, digelarnya rangkaian kegiatan tersebut bisa menjadi ruang belajar berkomunikasi dengan semua pihak yang berniat baik untuk bekerja bersama di Kota Lama.

“Sekecil apapun peran masing-masing, tentu sangat besar manfaatnya bagi masyarakat dan Kota Lama terutama dalam membantu pemerintah dalam hal fasilitasi atau mengimplementasi program dan kegiatan.

Galeri Wisata

AMBO dan wisatawan pengunjung Kota Lama, imbuhnya, sangat berharap pembangunan Kota Lama yang sudah dikerjakan sejak pertengahan 2017 dapat segera selesai secara utuh dan tidak bermasalah sesuai revitalisasi infrastruktur.

“Kami berharap tidak ada lagi pekerjaan jalan dan penutupan akses yanh berulang dan debu yang bertebaran, bau selokan, serta jakan yang rusak dan berlubang,” tuturnya.

Dia menambahkan, AMBO beritikad untuk mengawal proses pembangunan agar benar-benar sesuai dengan tujuan besar Kota Semarang menjadi sunber daya budaya bagi masyarakat pada umumnya dan warga Kota Lama pada khususnya.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya