Home » Keripik Lumpia Inovasi Kuliner Khas Semarang dari Cik Meme

Keripik Lumpia Inovasi Kuliner Khas Semarang dari Cik Meme

by GaleriWisata.id

SEBAGAI pewaris generasi kelima lumpia Semarang, Cik Meme terus berkreasi. Kali ini, ia menghadirkan produk keripik lumpia sebagai inovasi terbarunya.

Sebelumnya, sejumlah varian lumpia baru diciptakan guna memanjakan lidah para penggemarnya. Di antaranya Plain, Original, Fish Kakap, Kajamu (Kambing Jantan Muda) dan Raja Nusantara (Rasa Jamur Nusantara).

Paling anyar adalah adalah keripik lumpia. Keripik lumpia sendiri terhitung sebagai inovasi pertama yang mampu menyajikan anggapan lumpia sebagai panganan basah menjadi cemilan yang tahan lama.

“Meski berevoluasi menjadi panganan ringan, namun cita resep asli tradisional lumpia Semarang tetap dipertahankan. Jadi lumpia yang awalnya menjadi makanan tradisional mengenyangkan saya kreasikan menjadi makanan ringan. Ini menjadi revoluasi lumpia sebagai makanan khas Semarang, ” terangnya.

Ide pembuatan keripik lunpia bermula dari kerisauan Cik Meme yang ingin terus melestarikan panganan khas leluhurnya dengan inovasi lain. Riset pun dilakukan selama satu tahun dengan meracik ciri khas makanan gulungan telor yang diisi rebung atau daging tersebut.

Tantangan dihadapi Meme saat membuat varian baru itu. Karena sebelumnya lumpia basah hanya bertahan 8 jam, demikian juga lumpia goreng yang hanya bertahan 24 jam.

“Kalau saya bikin lagi menu lumpia memang terlihat mengada-ngada. Maka inovasi yang bisa dinikmati dari Sabang sampai Merauke ini harus tahan lama tanpa merubah basic tradisionalnya,” tutur dia.

Setelah ujicoba panjang, Cik Meme akhirnya mendapatkan resep kripik lumpia yang memiliki rasa khas originalnya yakni isian rebung. Meski makanan ringan, tapi penikmat keripik ini akan merasakan legitnya seperti saat menyantap lumpia gulung.

Kripik lunpia buatannya juga  murni racikan original, tanpa pengawet dan tanpa perasa buatan. Bumbunya tak ada penambahan apapun dimana bahan kulit lunpia dijadikan satu lalu diolah dengan isian rebung yang telah ditumbuk halu, lalu diolah menjadi kripik.

Baca juga :  Mangut Ndas Manyung Bu Ana Yang Pedas Lezat Tiada Tara

“Saya sebut ini varian baru dari revoluasi tradisional lumpia. Jajajan ringan yang bisa dinikmati sore hari menjamu tamu, nonton bioskop maupun saat perjalanan jauh, ” tuturnya.

Ingin mencicipi? Langsung saja ke Jalan Gajahmada Nomor 107 Semarang. Jangan lupa diborong yang banyak untuk oleh-oleh tetangga, pacar, gebetan atau bahkan mantan gebetan hehe.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya