Home » Kenangan Mantan Susah Hilang? Cobalah Trekking ke Air Mata Mantan di Hutan Tinjomoyo

Kenangan Mantan Susah Hilang? Cobalah Trekking ke Air Mata Mantan di Hutan Tinjomoyo

by galeriwisata.id
Galeri Wisata

SOBAT Galwis sering galau karena teringat mantan? Atau kebayang berbagai kenangan yang pernah dilakukan?

Jika memang ingin melupakan, cobalah sesuatu yang baru ini. Trekking ke Air Mata Mantan di Ekowisata Hutan Tinjomoyo.

Dengan jarak tempuh sekitar 2 Km, kamu tidak perlu takut kelelahan. Justru hijaunya alam, lebatnya dedaunan dan aneka flora, akan membuatmu lebih fresh, paru-paru makin segar.

Medannya juga cukup landai, dengan elevasi rendah. Di kanan kiri, pemandangan lebat hutan serta bekas petilasan kandang-kandang hewan, jadi pelengkap menu perjalanan.

Cukup membayar tiket masuk Rp5.500 dan biaya parkir. Di dekat gerbang, kita akan disambut dua buah pohon beringin besar bernama Kakung dan Putri.

Mitosnya, kalau kita ngobrol di bawah rindangnya Pohon Beringin Cinta ini berdua bersama pasangan, hubungan akan dilanggengkan. Tidak percaya? Coba aja berdua ma pasanganmu, minGal sudah nyoba owk hehehe.

Setelah itu lanjutkan langkahmu menuju selatan, ke arah hutan. Di sisi kanan, kita akan diberi pemandangan aneka bibit pohon dari seluruh daerah di nusantara yang ditanam 98 walikota saat Munas Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota se- Indonesia) 2019 lalu.

Sementara di sisi kiri, Pasar Semarangan yang pernah berjaya di tahun yang sama pula, masih bisa kita saksikan. Lapak-lapak pedagang menjadi bukti kehadiran pasar nomadic cashless perdana di tanah air.

Tidak jauh di depannya, terdapat spot menarik glamcamp (glamour camp). Sobat bisa berkemah, camping bersama teman dan rekan di sini. Tidak punya tenda? Tenang, pengelola bisa menyediakannya.

Beranjak lagi, sempatkan mampir di rumah pohon. Spot ini juga sekaligus menjadi menara pandang untuk mengamati burung dan aneka satwa di Hutan Tinjomoyo.

Baca juga :  Resmi Dibuka, Pandanaran Skybridge Dapat Diakses Warga

Usai menapaki pertigaan di Kampung Tinjomoyo, ambil arah kanan. Jalan beraspal akan digantikan dengan beton yang pernah melambangkan kejayaan Bonbin Tinjomoyo di tahun 90-an.

Bekas bangunan, kandang dan dapur menjadi saksi mati. Meski terbengkalai dan rimbun oleh semak, namun area trekking ini dijamin bebas dari ular kok sob, aman.

Di ujung jalan berbeton, kita akan masuk area hutan dengan jalan setapak dari tanah. Elevasinya juga mulai sedikit menanjak dengan suguhan aneka flora yang tak lagi banyak kita temui apalagi di area kota.

“Hutan Tinjomoyo menjadi paru-paru Kota Semarang dengan luasan sekitar 20 Ha. Aneka rupa flora masih ada di sini, juga menjadi rumah bagi belasan jenis burung dan satwa lainnya,” tutur Agus Kariswanto, Kepala Seksi Detinasi Disbudpar Kota Semarang.

Berangkat dari keinginan mengembalikan kejayaan Tinjomoyo itu pulalah, pihaknya bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Semarang menggagas rute trekking di hutan ini.

Menariknya, pihaknya menemukan sebuah sumber mata air yang dulu pernah digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan air bersih di bonbin. Namun karena kawasan Tinjomoyo adalah daerah patahan, pipa-pipa besi yang mengalirkan air sering ikut patah tertimbun longsoran tanah.

Tak jarang para pegawai kala itu, bekerja siang malam membetulkan pipa yang patah. Tentunya demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung dan juga satwa yang berada di bonbin.

“Membayangkan betapa beratnya jalur yang dilalui para petugas pengairan melalui jalur tersebut sampai tak terasa meneteskan air mata, maka istilah Air Mata Mantan itu, kami berikan khusus untuk jalur alam hutan Tinjomoyo sekaligus mengenang perjuangan rekan-rekan kala itu,” ujarnya.

Menariknya, di ujung hutan, kita akan menjumpai ladang jagung yang sangat luas. Inilah spot tertinggi dari jalur trekking ini di titik 435 mdpl, jadi sempatkan untuk berswafoto di Top Selfie ini.

Baca juga :  Ngevlog di Lawang Sewu Harus Bayar Jutaan Rupiah, Benarkah? Ini Penjelasannya

Sementara untuk menemukan Air Mata Mantan, turunilah ladang jagung. Di sebuah tebing, kita akan menjumpai patahan besi bekas pipa yang masih mengucurkan air bersih.

Sisi menarik lainnya, selama menempuh rute bersama guide, kita akan diajak berdiskusi, obrolan ringan tentang konservasi alam. Juga obrolan ringan tentang mantan, apakah akan dilupakan atau dipertahankan?

Sebuah pilihan yang mungkin sulit ya Sob, tapi bisa jadi mudah. Semua bergantung pada keinginan dan pertimbangan masing-masing.

Trekking Air Mata Mantan akan banyak mengajarkan kisi-kisi kehidupan. Selayaknya niatan murni untuk menjaga keseimbangan alam, begitu pula dengan mantan.

Tertarik? Hubungi kami untuk paket wisatanya. Tapi sementara sabar dulu ya, karena masih musim korona hehe.

Happy trekking ya Sob.

Tonton juga videonya:

Artikel Lainnya

Leave a Comment