Home » ‘Kami tetap Tangguh’ Wujud Dukungan dan Protes Revitalisasi Kota Lama

‘Kami tetap Tangguh’ Wujud Dukungan dan Protes Revitalisasi Kota Lama

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

PAMERAN foto sekaligus diskusi ‘Kami Tetap Tangguh’ merupakan wujud dukungan terhadap proses revitalisasi Kota Lam. Meski dimikian, ini juga sebagai bentuk protes serta sindirran kepada pemerintah karena prosesnya tidak segera tuntas.

Dari berbagai foto yang dipamerkan, hampir kesemuanya bermakna muram. Meski kemasan dan toning warna serta teknik fotografi yang ciamik, tak urung setiap foto menyimpan sindiran, kapan penataan akan dirampungkan.

Apalagi sejak awal, diketahui jika target revitalisasi Kota Lama akan rampung pada akhir tahun 2018. Lalu direvisi kembali pada Maret 2019, tapi pada faktanya hingga saat ini proses pengerjaan masih berlangsung.

“Saya sudah senang jalan di depan warung sudah selesai dan jadi bagus. Namun tiba-tiba dibongkar lagi, bingung saya. Ya sudah, hanya bisa pasrah. Bersyukur masih ada pelanggan yang masih makan,” tutur Puji, penjual Nasi Koyor di Kota Lama.

Galeri Wisata

Senada, Sabar penjaja Gule Gustaman juga menyatakan keprihatinannya. Sudah empat bulan terakhir ia mengurangi jumlah porsi makanannya.

Pasalnya, jumlah pelanggan yang makan di warungnya menurun drastis sejak proses revitalisasi. Hal itu disebabkan banyaknya ruas jalan di Kota Lama yang ditutup karena dibongkar paving dan diganti yang baru serta banyak debu berterbangan.

“Saya hanya masak seperempat dari porsi masakan biasanya. Pelanggan turun drastic, kalau memaksa porsi seperti biasa, malah rugi,” keluhnya.

Keluhan merekapun direkam secara dramatis oleh para fotografer. Berdiri di depan masing-masing warungnya dengan senyum setengah dipaksakan, terlihat wajah-wajah tangguh, setegar bangunan-bangunan sisa masa kolonial yang berdiri kokoh di sekitar mereka.

Namun di balik itu, tersimpan perih karena penataan yang tak kunjung usai. Mempengaruhi akses keluar masuk warga, mengganggu pelanggan dan wisatawan serta tentu saja  mengurangi minat pengunjung untuk plesiran di Kawasan Kota Lama.

Wow, 4 Gudang PPI di Kota Lama Disulap Jadi Galeri Industri Kreatif

Koordinator Asosiasi Masyarakat Mbangun Oudestat (AMBO) Pdt Helen G F Luhulima yang menggelar kegiatan menjelaskan jika kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan HUT ke-472 Kota Semarang. Meski dalam kondisi semacam ini, pihaknya tetap optimis Kota Lama akan mampu masuk dalam jajaran Warisan Kota Budaya dari Unesco di tahun 2020.

Baca juga :   Ngaku Kreatif dan Milenial? Yuk Ikutan SMI Creative Fest

“Tema ini lahir dari kondisi. Proyek ini membuat kamu lelah. Akses sulit, debu bertebaran, bahkan sempat gereja ini berkabut,” terangnya.

Galeri Wisata

Artikel Lainnya