Home » Jamuan Tok Panjang Tutup Pasar Imlek Semawis 2020

Jamuan Tok Panjang Tutup Pasar Imlek Semawis 2020

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

JAMUAN di meja yang berderet panjang atau biasa disebut Tok Panjang, menutup perhelatan pasar Imlek Semawis (PIS) 2020. Di kursi yang disediakan, warga, aparat pemerintah hingga undangan lain seperti budayawan, pegiat wisata hingga masyarakat biasa, duduk bersama menyantap hidangan.

Dibuka dengan sajian edamame, tamu bisa langsung menyantap sembari menyimak hiburan di panggung utama. Usai kedatangan Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersama rombongan, rangkaian jamuan dimulai.

Kue Keranjang Kukus Pandan (Nian Gao) merupakan kudapan yang mirip dengan utri. Rasanya yang manis, lengket, gurih sangat nikmat rasanya.

Memang bentuknya beda dengan kue keranjang yang selama ini kita kenal. Kue Keranjang Kukus Pandan, dibungkus dengan daun pisang, lalu direbus dan disajikan hangat.

Pada hidangan utama, kita akan disuguhi Sup Lobak. Lobak (chai dou) adalah sayuran sejenis timun yang biasa disajikan saat Imlek.

 

Dimasak dengan bumbu khas sop buntut yang mericanya sangat terasa, sup ini akan menghangatkan badan siapapun yang menikmatinya. Sajian Sup Lobak juga berarti merekatkan silaturahmi di hati penikmatnya.

Setelah itu, Roasted Chicken Nasi Kongbap menjadi sajian utama lain. Dipanggang dengan bumbu chasiu yang khas dengan aroma madu, pek-kak, kecap asin, merica putih, saos hoisin, bawang dan sedikit gula, ayam panggang disajikan bersama nasi kongbap.

Kongbap sendiri merupakan nasi multigrain 10 macam campuran biji-bijian mulai dari beras merah, beras hitam, wijen, selasih, kacang ijo, beras ketan, jail, millet merah dan putih serta jagung. Gunanya adalah untuk memperlancar pencernaan, menjaga kadar gula darah namun tanpa mengubah rasa nasi putih.

Dan sebagai hidangan penutup disajikan affogato yang khas Italia. Es krim vanilla atau coklat, disiram kopi espresso yang kental, gurih dan wangi.

Baca juga :  Kota Lama Diintegrasikan dengan Pecinan, Arab dan Kampung Melayu

Kombinasi keduanya mengeluarkan sensasi panas-dingin, manis-pahit laksana metafora kehidupan manusia saat ini. Tentu saja maknanya adalah, berbeda namun saling melengkapi dengan tetap menjaga asa persaudaraan.

Dalam semangkuk affogato, diharapkan tidak ada keraguan terbersit karena semuanya bersaudara. Adapun sajian ketoprak truktuk menjadi penutup di tengah hangatnya suasana Pecinan Semarang.

 

Artikel Lainnya

1 comment

Wayang Potehi dan Eksistensi Thio Hauw Lie - Galeri Wisata January 20, 2020 - 3:04 pm

[…] Destinasi […]

Reply

Leave a Comment