Home » Gunung Bromo, Sensasi Keindahan yang Tiada Habisnya

Gunung Bromo, Sensasi Keindahan yang Tiada Habisnya

by GaleriWisata.id
Gunung Bromo

BERBICARA mengenai Gunung Bromo, seolah tiada habisnya. Keindahan dan keelokannya memang tiada dua.

Berbagai keunikan, sensasi dan pesona gunung ini tidak pernah pudar. Alhasil, setiap tahun jumlah pengunjung tidak pernah surut.

Wisata Gunung Bromo memang menjadi salah satu tempat wisata favorit yang paling diunggulkan dari Indonesia. Maka tak jarang jika banyak kampanye wisata yang memamerkan gunung satu ini.

Dan berikut fakta menarik yang harus Sobat Galwis ketahui mengenai Gunung Bromo:

1. Berada di wilayah 4 Kabupaten

Gunung ini berada di 4 Kabupaten di Jawa Timur yaitu Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang. Karenanya banyak pintu masuk untuk mengaksesnya.

Namun yang paling menjadi favorit adalah akses masuk dari Wonokitri, Pasuruan. Namun akses dari Probolinggo juga cukup popular seiring dengan keberadaan 80% hotel di wilayah ini.

Akses dari Malang juga dapat ditempuh terutama bagi wisatawan dari arah Batu. Waktu tempuhnya juga relatif lebih singkat meski jalurnya cukup berliku dan ekstrim meski dalam taraf aman.

Jalur terakhir adalah dari Lumajang yang jauh lebih sulit medannya. Namun, ia memiliki satu spot B29, salah satu lokasi view Bromo dari angle yang berbeda namun sangat menarik.

2. Gunung Aktif

kawah gunung bromo

Foto: www.travelmalang.id

Bromo termasuk gunung yang masih aktif. Kepundan kawah masih terus mengepulkan asap.

Bahkan beberapa tahun terakhir, Bromo ‘batuk-batuk’ sehingga seluruh kawasan tertutup untuk wisatawan. Yang terakhir, Bromo juga ditutup untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan baru dibuka 28 Agustus 2020 lalu.

Pembatasan sesuai protokol kesehatan diberlakukan termasuk kewajiban memakai masker bagi pengunjung. Pengunjung site Bukit Cinta hanya 28 orang per hari, site Penanjakan hanya 178 orang per hari, site Bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari, site Savana Teletubies hanya 347 orang per hari, dan site Mentigen hanya 100 orang per hari.

Baca juga :  Mau Lihat Jajaran Sawah Indah dan Seribu Gazebo? Yuk ke Desa Wisata Kemetul

Wisatawan juga dilarang mendekati kawah Bromo dalam radius terdekat 100 meter.

3. Masuk Taman Nasional

gunung bromo

Foto: www.ladypinem.com

Tahukah Sobat Galwis jika Gunung Bromo itu satu kawasan dengan Gunung Semeru? Yap, mereka berada dalam satu atap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menjadi jantung konservasi wilayah ini, TNBTS juga ikut memberikan izin pendakian ke Gunung Semeru yang untuk sementara ini masih tutup karena Covid-19.

4. Tinggi 2.392 mdpl

Gunung Bromo

Foto: www.minews.id

Meski cukup tinggi, namun wisatawan tidak akan kesulitan menuju puncak Bromo. Berbeda dengan gunung lainnya, untuk menuju puncak yang ditandai dengan kawah, pengunjung cukup menaiki anak tangga yang sudah tersedia.

Panjang dan tinggi memang. Namun perjalanan melelahkan menuju kawah, akan terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan.

Jika memiliki uang saku berlebih, Sobat bisa juga menggunakan jasa kuda dan pemandunya. Jadi tidak akan merasa capek

Di kawah ini pula legenda Roro Anteng dan Joko Seger tercipta. Kemudian pada setiap tanggal 15 (saat purnama) bulan Kasodo (kesepuluh dalam penanggalan Jawa), digelar Nyadnya Kasada di pura yang berada persis di bawah kawah.

Kemudian seluruh persembahan akan dilarung di dalam kawah. Sebuah atraksi menarik bagi para wisatawan yang berkunjung sekaligus spot foto yang menarik dengan latar gugus pegunungan Tengger yang luar biasa indah.

5. Kaldera Pasir Berbisik dan Bukit Teletubies

Pasir Berbisik

Foto: IG @iswanarif

Saat perjalanan menuju Bromo, baik menggunakan jip atau berkuda, kita akan menemui hamparan padang pasir yang luas. Pasir-pasir ini seolah berbisik pelan ketika tertiup angin sehingga dinamakan Pasir Berbisik.

Memang seolah agak menyeramkan tetapi itu sudah menjadi fenomena biasa di Gunung Bromo. Jadi ada baiknya kita juga ikut menikmatinya sebagai atraksi alam yang luar biasa yang tidak dapat ditemui di destinasi lain.

Baca juga :  Wow! Di Pecinan Ada Masjid Yang Jadi Persembunyian Pangeran Diponegoro

Adapun Bukit Teletubies dapat kita nikmati di sekitar kaldera pasir ini. Dalam perjalanan, kita akan melewati bukit dengan tanaman yang tidak terlalu besar.

Bukit ini hampir mirip seperti tempat tinggal teletubies yang terkenal dahulu. Itulah mengapa tempat tersebut dinamakan Bukit Teletubies, dilihat dari kejauhan memang sangat bagus sekali dan bisa menjadi background foto yang bagus.

Sayangnya, kita harus trekking untuk mencapai puncaknya karena tidak ada akses kendaraan yang menuju ke tempat ini. Oh ya saat melintas di kaldera ini, kita akan menemui beberapa lokasi yang dilarang dimasuki wisatawan karena merupakan tempat ibadah.

Selain itu, masih ada kepercayaan masyarakat sekitar masih mengaitkan dengan suasana mistis dari gunung ini.

Nah Sobat Galwis, itu tadi fakta-fakta menarik tentang Gunung Bromo yang wajib diketahui. Sekaligus spot-spot cakepnya yang bisa memperkaya konten sosial media kita.

Sebagai catatan tambahan, harga sewa jip dari Cemoro Lawang ke Kaldera Bromo sekitar 600K yang bisa ditawar atau menyesuaikan rute. Adapun sewa kuda untuk mengarungi kaldera pasir hingga bibir kawah Bromo dari Cemoro Lawang sebesar 250K yang juga bisa dinego baik harga maupun tujuannya.

So, tunggu apalagi? Segera atur jadwal plesirmu, tapi jangan lupa jaga kesehatan selalu.

Artikel Lainnya

Leave a Comment