Home » Galeri Industri Kreatif: Upaya Penataan Kota Lama Menuju World Heritage

Galeri Industri Kreatif: Upaya Penataan Kota Lama Menuju World Heritage

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

PEMBUKAAN Galeri Industri Kreatif di Kota Lama diibaratkan sebagai puteri tidur yang tengah bersolek. Belaian kasih sayang dari para pangeran telah membuatnya bersemangat untuk menata diri.

“Seluruh pihak diperlukan untuk campur tangan membenahi kawasan ini. Apalagi di tahun 2020, akan diajukan sebagai world heritage ke Unesco. Rekan-rekan BUMN sudah sering kami sambati. Salah satunya Bank Mandiri yang sudah merevitalisasi gedungnya menjadi sangat cantik di depan Mberok,” terang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sela peresmian Galeri Industri Kreatif di Gedung PT PPI Kota Lama.

Dijelaskan, Kota Lama butuh campur tangan banyak pihak untuk menatanya. Tidak hanya Pemkot Semarang, Pemprov Jateng ataupun berbagai kementrian, namun juga BUMN.

Keelokan Kota Lama ini harus terus dikabarkan ke seluruh dunia karena tidak semua daerah memilikinya. Karenanya, warga Kota Semarang sendiri harus terus guyub menjaga dan mengembangan kawasan ini.

“Saya sendiri setiap gowes, selalu melewati Kota Lama. Jika ada yang perlu sentuhan dan perbaikan, selalu kami komunikasikan dengan Pemkot Semarang. Salah satunya dulu terkait sabung ayam ataupun klithikan,” tukasnya.

Perubahan dan penataan Kota Lama termasuk Gedung PPI, diharapkan dapat membawa masuk UKM yang memiliki produk-produk kreatif. Pihaknya akan terus berusaha keras mendapatkan penghargaan world heritage namun dapat atau tidak, sama sekali tidak akan mengurangi semangat untuk menata kawasan ini.

Galeri Wisata

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pihak-pihak yang bersedia turut tangan membantu penataan kawasan ini. Pasalnya, cukup banyak bangunan yang mangkrak dan tidak diketahui siapa pemiliknya.

Dengan adanya keterlibatan pihak ketika, akan semakin mudah bagi Pemkot Semarang dan BPK2L untuk mengembangkan dan menata Kota Lama. Salah satunya adalah revitalisasi Gedung PT PPI untuk Galeri Industri Kreatif ini.

Baca juga :  10 Desa Wisata di Semarang yang Bisa Dijadikan Pelarian untuk Liburan

Menariknya, seluruh transaksi di Galeri Industri Kreatif, tidak dapat menggunakan uang tunai. Semua aktivitas dan transaksinya wajib menggunakan cashless (non tunai) ‘Koin Kota Lama’ yang didukung programnya oleh Bank Jateng.

“Tidak hanya menawarkan industri kreatif dari sisi fashion tapi juga kuliner, furnicur, handicraft dan lain-lain. Teman-teman pedagang barang kuno juga kami ajak masuk kemari salah satunya untuk menghindari kumuh dan kesan semrawut yang kami hadirkan dengan kemasan yang khas namun tetap milenial,” tandas Ita yang juga Wakil Walikota Semarang ini.

Galeri Wisata

Dalam pembukaan galeri tersebut, digelar pula fashion show dari beberapa desainer menggandeng IFC (Indonesia Fashion Chamber) chapter Semarang, CMC (Creative Moslem Community), Ipemi (Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia) dan Benik Fashion Community Moslem.

Artikel Lainnya

Leave a Comment