Tiga Spot Wisata Asik di Nusa Lembongan Bali - detikcom
Tiga Spot Wisata Asik di Nusa Lembongan Bali - detikcom
Liburan ke Bali? Coba deh mampir ke Nusa Lembongan. Ada banyak spot wisata di pulau ini.

Nusa Lembongan merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Bali. Ada banyak spot wisata di lokasi ini yang wajib kamu kunjungi di sini. Namun karena Nusa Lembongan tidak berada di daratan Pulau Bali, kamu masih harus naik kapal atau fast boat menuju ke pulau ini.

Nusa Lembongan merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Tapi Pulau Nusa Penida berbeda dengan Pulau Nusa Lembongan ya. Jadi, pastikan kamu tidak salah saat naik kapal atau fast boat menuju ke sini ya.

Berikut tiga spot wisata di Nusa Lembongan yang wajib kamu kunjungi :

1. DEVIL TEARS

Devil's Tears merupakan hamparan tebing curam yang menghadap ke laut. Jangan bayangkan Devil's Tears sebagai pantai berpasir putih. Keindahan Devil's Tears tidak terletak pada hamparan pasir putihnya, melainkan deburan ombak yang menghempas tebing-tebing di sana.

Tebing-tebing karang yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta gelombang ombak yang memecah tebing karang itu adalah penyuguh utama keindahan di Devil's Tears Nusa Lembongan.

Uniknya, ombak-ombak yang menghantam karang dengan sangat keras ini dapat menimbulkan semburan air laut ke udara. Lalu buih air laut itu jatuh di bebatuan karang kemudian kembali ke laut.

Itulah mengapa tebing-tebing karang ini dinamakan Devil's Tears yang bisa diartikan air mata iblis. Nama yang cukup menyeramkan. Namun bukan hal yang menakutkan yang akan Anda lihat, melainkan keindahan yang luar biasa.

Tapi kalau berkunjung ke Devil's Tears, jangan dekat dekat tebing ya. Ombak besar bisa datang tiba tiba dan itu sangat berbahaya.

Pesona hempasan ombak di Devil's Tears akan tampak lebih memukau jika kamu datang pada sore hari sambil menikmati sunset. Rona matahari tenggelam di ufuk barat semakin memberikan kesempurnaan pemandangan di lokasi ini.

2. JEMBATAN KUNING ( YELLOW BRIDGE )

Berwisata kok ke jembatan? Jembatan kuning ini bukan jembatan biasa. Jembatan ini dibangun sejak tahun 1994 dan menjadi sarana penghubung Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan.

Jembatan kuning memiliki panjang kurang lebih 138 meter, dengan lebar 1,8 meter. Jembatan ini disebut dengan Yellow Bridge karena warna besi jembatan adalah kuning terang. Sangat mencolok apalagi di sekitarnya berlatar belakang warna biru lautan dan hijau pepohonan.

Jika dilihat dari jauh, jembatan ini hampir mirip dengan Golden Gate Bridge di San Fransisco. Di mana Golden Gate Bridge memiliki warna merah yang mencolok dengan latar belakang lautan luas.

Selain jembatan kuning, jembatan ini juga dikenal dengan sebutan Jembatan Cinta. Hal ini dikarenakan objek wisata ini seringkali dijadikan tempat untuk foto pre-wedding. Tak heran, karena lokasinya yang memesona dengan pemandangan yang menakjubkan.

Sore hari adalah waktu yang tepat mengunjungi Yellow Bridge. Pasalnya, dari tengah jembatan pengunjung dapat menyaksikan indahnya matahari terbenam. Matahari yang bulat sempurna perlahan turun ke peraduan. Meninggalkan mega oranye yang menghiasi langit.

3. HUTAN MANGROVE

Pemandangan alam yang disuguhkan di hutan mangrove Desa Jungutbatu memiliki luas sekitar 9 km persegi, sedikit berbeda dengan mangrove yang berada di wilayah Suwung, Denpasar. Kalau yang ada di Denpasar Bali, akses ke tengah hutan mangrove disediakan jembatan kayu kamu bisa berjalan kaki (trekking) dengan leluasa sampai pada bangunan tower tengah hutan. Tetapi di hutan bakau di Desa Jungutbatu, Pulau Lembongan, anda bisa masuk ke tengah-tengah hutan mangrove hanya menggunakan perahu tradisional tanpa mesin.

Ini memberikan sebuah petualangan wisata menarik, menawarkan alam yang cantik dan romantis. Lokasi ini juga menambah suasana romantic bagi mereka yang sedang berbulan madu.

Hutan mangrove ini memang menjadi destinasi tur yang spesial karena alamnya masih perawan, cantik dan indah. Jika hobi fotografi, kamu bisa mengabadikan keindahan alam di kawasan hutan ini. nangka

Para tukang perahu di tepi hutan mangrove, dengan setia menunggu antrean untuk mengajak para wisatawan tur keliling hutan mangrove. Ada sekitar 34 orang dari warga setempat menyediakan jasa sewa perahu.

Comments

https://galeriwisata.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!