Home » Banyak Turis China ke Semarang, Yuk Belajar Bahasa Mandarin

Banyak Turis China ke Semarang, Yuk Belajar Bahasa Mandarin

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

BANYAKNYA turis dari China menjadikan Bahasa Mandarin penting untuk dipelajari. Tercatat setiap bulan, 1000-1500 turis dari negeri itu berkunjung ke Semarang.

Di bulan Desember 2019 lalu saja ada 138 turis China mengunjungi Kota Lunpia. Wajar memang jika seluruh pemandu wisata ada baiknya mengerti dan memahami Bahasa Mandarin.

Dengan demikian, saat ada wisatawan China piknik ke Semarang, mereka mendapat pelayanan memadai. Sambutan ramah, servis terbaik mutlak diberikan kepada setiap turis.

Kedekatan sosiologis menjadi Semarang tujuan wisata mereka. Lebih dari itu, perjalanan leluhur mereka, Cheng Hoo, menjadikan Semarang dan Tiongkok erat berdampingan.

Kawasan Pecinan dengan belasan klenteng di dalamnya, juga menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah dengan kuliner, baik yang peranakan maupun hasil akulturasi, menjadikan turis China makin banyak berkunjung ke Semarang.

Sadar akan besarnya pasar China ke kota ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar Bimbingan Teknis Pelatihan Bahasa Mandarin Untuk Pemandu Wisata, 11-12 Februari lalu. Bekerjasama dengan Universitas Stikubank (Unisbank), puluhan pemandu wisata termasuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), antuasias mengikutinya.

“Semarang saat ini mendapat predikat kota pariwisata terbersih di tingkat Asean, ini modal berharga untuk mengundang wisatawan dari luar negeri yang memang mengutamakan kebersihan dan higienitas,” terang Kadisbudpar Indriyasari.

Industri pariwisata dewasa ini memang berperan vital dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Kerjasama yang terjalin antara Unisbank dan Disbudpar ini diniatkan sebagai kegiatan yang berkelanjutan dalam rangka mendukung kepariwisataan khususnya di Semarang.

Karenanya, pembicara tidak hanya memberi pelatihan Bahasa Mandarin tetapi juga memperkenalkan budaya China. Hal inilah yang disebut Rektor Unisbank Dr Safik Faozi bahwa industri pariwisata di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang pesat dan menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat.

Baca juga :  Promosi Wisata Semarang, BP2KS Gelar Sales Mission ke Bandung

“Unisbank siap mendukung pengembangan kepariwisataan di Indonesia, khususnya di Semarang.”

Shierly, salah satu dari lima pembicara mengatakan bahwa belajar Bahasa tidak bisa dilepaskan dari pengenalan budaya. Materi pelatihan meliputi pengenalan Bahasa Mandarin dan manfaatnya, pengenalan budaya China, tata Bahasa Mandarin, menulis hanzi, percakapan dasar dan percakapan tingkat lanjut.

Artikel Lainnya

Leave a Comment