Home » 7 Pesona Waduk Jatibarang dan Goa Kreo Yang Tidak Bisa Kamu Dapatkan di Wisata Lain

7 Pesona Waduk Jatibarang dan Goa Kreo Yang Tidak Bisa Kamu Dapatkan di Wisata Lain

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

WADUK Jatibarang menyimpan sejuta pesona alam. Mulai dari wisata air, panorama dan landscape serta kekayaan fauna.

Meski demikian, waduk ini tetap saja seperti fungsinya semula yakni sebagai pengendali banjir kawasan Semarang bawah. Selain itu juga sebagai sumber air baku dan pembangkit listrik tenaga hidro.

Nah, berikut 7 hal bisa kamu dapatkan hanya saat berwisata di Waduk Jatibarang.

1. Goa Kreo

Galeri Wisata

Goa ini merupakan bagian dari legenda perjalanan Sunan Kalijaga saat beristirahat mencari kayu jati untuk tiang utama Masjid Demak. Di daerah Kreo, Sang Sunan beristirahat karena kayu jati yang dibawa utuh dan dialirkan melalui Kali Kreo, tersangkut.

Kabarnya, goa setinggi tidak lebih dari 1 meter ini tembus hingga daerah Kendal. Beberapa waktu lalu masih dapat dijumpai orang yang ‘ngalap berkah’ di sini, dibuktikan dengan banyaknya sisa sesaji.

Letaknya goa ini berada di tengah pulau yang dikelilingi genangan waduk. Jembatan merah menjadi penghubung utama untuk kesana.

2. Monyet Ekor Panjang

Galeri Wisata

Keberadaan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan ini sama sekali jinak dan tidak mengganggu pengunjung. Sesekali mereka seolah mengajak bercanda dengan mengikuti langkah wisatawan yang membawa makanan.

Namun mereka tidak akan merebut paksa makanan yang tidak diberikan. Hanya saja hindari membawa air kemasan berwarna dalam botol, karena mereka sangat menyukainya.

Menurut legenda, ada empat kera berwarna yang menghuni daerah ini dan dulu membantu Sunan Kalijaga. Saat ini yang tersisa jumlahnya masih ratusan ekor dan terbagi dalam 3 kelompok besar.

Kelompok pertama menghuni kawasan parker Taman Wisata Goa Kreo. Kelompok kedua di pelataran bawah dan sekitar jembatan penghubung sedang kelompok terakhir menghuni kawasan perbukitan di dekat goa.

3. Bambu Krincing

Galeri Wisata

Selayaknya namanya bambu, pohon ini juga tumbuh rimbun. Sayangnya, ia hanya setinggi kurang lebih 1 meter karena setiap pucuknya tumbuh, langsung menjadi santapan para monyet.

Baca juga :  Crystal Palace Restaurant, All You Can Eat Dim Sum Terbaik di Semarang

Saat ini hanya tinggal 2 rumpun saja yang ditempatkan di tebing kawasan parkir bawah. Keistimewaannya, setiap kali batangnya dipetik, akan muncul aroma seperti sate kambing.

Percaya atau tidak percaya? Cobalah sendiri saat mengujunginya. Mintalah penjaga untuk mengantarkan anda menjumpai rimbun bambu ini.

Asal muasal bambu krincing sendiri kembali bermula pada Sunan Kalijaga. Dalam istirahatnya di Kreo, Sang Sunan bersantap sate kambing.

Anehnya, setiap kali sisa tusuk sate dibuang, selalu muncul suara krincing…krincing. Lambat laun di tempat buangan tusuk sate, tumbuhlah rerimbun pohon bambu yang akhirnya diberi nama Bambu Krincing yang memunculkan aroma sate atau prengus daging kambing.

Dulunya, rerimbun bambu ini berada di sekitar proyek pembangunan Waduk Jatibarang. Namun oleh warga, diselamatkan dan dipindah agar tidak punah.

Terakhir, ia berada di tebing di atas lapangan parkir bawah tersebut.

4. Wisata Air

Galeri Wisata

Selayaknya waduk, danau atau daerah tangkapan air lainnya, selalu dimanfaatkan warga dari sector pariwisata. Demikian pula warga Talun Kacang juga memanfaatkan Waduk Jatibarang melalui Pokdarwis Sido Makmur.

Mereka menyewakan kapal-kapal wisata untuk mengelilingi waduk selama beberapa menit. Jangan khawatir, kamu tetap harus mengenakan life jacket jika hendak menggunakan perahu wisata.

Kedalaman waduk ini sendiri saat pertama mula dibangun di tahun 2012 sekitar 77 meter. Adapun volume tampungan airnya mencapai 20,4 juta meter kubik.

Eh kamu juga bisa memancing di lo kawasan ini. Bebas kok, asal berhati-hati. Wader, tawes dan nila adalah ikan-ikan yang bisa kamu dapatkan jika beruntung.

5. Sesaji Rewandha

Galeri Wisata

Prosesi ritual dan budaya Sesaji Rewandha, memang lebih dipersembahkan bagi para kera penghuni kawasan Goa Kreo. Hal itu sebagai wujud rasa syukur warga atas bantuan kera kepada Sunan Kalijaga.

Selain itu juga untuk menjaga agar para monyet tidak menjarah hasil kebun dan ladang warga. Kejadian ini sempat mengemuka saat proses pembangunan Waduk Jatibarang dimana para monyet terganggu dan kehilangan habitat asli mereka.

Akibatnya, ratusan monyet menjarah kebun warga. Saat itu oleh BBWS Pemali Juana sebagai solusi, dibuatkan satu kebun khusus untuk menanam pisang dan singkong, demi memberi makan ratusan monyet ekor panjang tersebut.

Baca juga :  Pengin Bermain dengan Monyet Ekor Panjang? Yuk ke Goa Kreo

Sesaji Rewandha sendiri selalu dilakukan pada H+3 Lebaran. Namun untuk proses budayanya yang akan dijual kepada wisatawan dan pengunjung, akan menyesuaikan hari Minggu dimana biasanya pengunjung berada pada titik puncak.

6. Jembatan Merah

Galeri Wisata

Jembatan ini menjadi penghubung antara kawasan parkir Wahana Wisata Goa Kreo dengan pulau di tengah waduk dimana goa berada. Dibuat dengan sangat apik dan artistik seiring pembangunan waduk di tahun 2012.

Ini merupakan salah satu spot selfie terbaik bagi pengunjung. Latar belakang air waduk yang luas serta perpaduan tiang penyangga berwarna dominan merah, sangatlah instagramable banget.

Seringkali para monyet bermain sling baja penyangga jembatan dengan menggoyang-goyangkannya. Suara berisik dari berpadunya sling dan rangka besi, menjadi pemandangan yang cukup mengasyikkan.

7. Sego Kethek

Galeri Wisata

Suguhan kuliner yang satu ini, tidak bisa dengan mudah didapatkan. Kamu harus memesan jauh-jauh hari jika ingin menikmati kuliner asli yang dikembangkan warga Kelurahan Kandri, tempat dimana Goa Kreo berada.

Haha…bukan karena bahan bakunya yang langka atau sulit didapatkan. Hanya memang menunggu pemesan saja, dan tidak siap terhidang layaknya di warteg atau warung padang.

Sego Kethek berisi nasi putih, urab atau gudangan sambel kelapa, gereh (ikan asin), potongan telor dadar dan bacem tempe/tahu. Uniknya, penyajiannya dibungkus dengan daun jati dan bukan daun pisang.

Sego Kethek disuguhkan biasa jika ada acara spesial di Kandri atau di Kreo seperti saat Sesaji Rewandha dimana nasi ini akan diperebutkan warga atau saat ada paket-paket wisata khusus.

Tertarik? Pesan yukkk…

Nah itu tadi 7 hal-hal menarik yang hanya bisa kamu dapatkan ketika kamu berkunjung ke Waduk Jatibarang atau Goa Kreo. Dijamin kamu tidak akan dapat menemukannya ketika berkunjung ke obyek wisata lainnya meski sama-sama di Kota Semarang.

So…yuk eksplor obyek wisata ini lebih jauh.

Artikel Lainnya

Leave a Comment