Home » 7 Hal Ini Bisa Kamu Temui Saat Dugderan di Semarang

7 Hal Ini Bisa Kamu Temui Saat Dugderan di Semarang

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

DUGDERAN hanya ada di Semarang. Dengan hadirnya dugderan, berarti Bulan Ramadhan juga telah tiba, agar umat Islam bersiap menyambut datangnya bulan suci ini. Nah inilah 7 hal yang biasa kamu temui saat dugderan:

1. Prosesi Budaya

Sesuai namanya, kegiatan ini hanya berupa seremonial. Tamu-tamu pemerintah datang sebagai undangan sekaligus menyaksikan dan mengikuti arak-arak dari Halaman Balaikota hingga ke Masjid Kauman lalu dilanjutkan ke Masjid Agung Jateng.

2. Kereta Kencana

Meski tidak memiliki keraton (karena Semarang hanya Kota Kabupaten dulunya), namun tetap punya kereta kencana. Ya jangan dibayangkan keretanya segemerlap kereta dari Solo atau Jogja, karena ya memang hanya kereta kuda yang dibuat laksana kereta kencana beneran. Kereta kencana inilah yang dinaiki oleh Walikota dan istri untuk menuju Masjid Kauman beserta rombongan yang menggunakan bendi.

3. Upacara Berbahasa Jawa

Dari sekian banyak seremonial dan upacara yang dilakukan Pemkot Semarang, hanya Dugderan sajalah yang menggunakan Bahasa Jawa dari setiap jengkal acaranya. Mulai dari perintah hormat dari pemimpin upacara, laporan Kadisbudpar hingga sambutan dari Walikota Semarang, semuanya berbahasa Jawa. Meski beberapa sesi menggunakan teks, tapi cukup uniklah. Seperti ini nih contohnya, “Kagem Bupati Semarang, paring hormat…tandyo”.

4. Manggar

Manggar adalah kembang pohon kelapa yang lalu dituangkan dalam bentuk sebaran kertas warna-warni membalut lidi dan biasanya dibuat banyak bercabang-cabang. Manggar dugderan biasanya diperebutkan banyak penonton sebagai bahan mainan untuk anak-anaknya karena warna dan bentuknya yang cukup unik.

Galeri Wisata

5. Warak Ngendog

Warak adalah binatang imajiner berbadan singa atau macan namun berkepala naga dan berkaki kambing. Binatang ini merupakan akulturasi budaya yang melambangkan warga Semarang yang rukun dan santun meski berbeda-beda suku, agama dan sebagainya. Warak ngendog sendiri hanya bisa dijumpai saat dugderan dimana biasanya miniatur warak dibuat oleh perajin lengkap dengan endog (telur).

Baca juga :  Ayo, Siapkan Dirimu Untuk Ikut Semarang Night Run Challenge 2019

Galeri Wisata

6. Pedagang Dugderan

Pedagang dugderan tentu saja adalah pedagang musiman yang berjualan hanya saat dugderan. Uniknya, mereka berjualan mainan anak-anak dari bahan tanah liat seperti alat masak atau celengan. Beberapa perajin juga membuat warak ngendog meski sudah sangat jarang dijumpai. Kapal othog-othog (bertenaga uap dari hasil pembakaran kapas disiram minyak dan bersuara thok thok), juga banyak dijumpai. Mereka hanya berjualan sepekan sebelum Ramadhan tiba di sekitar Masjid Kauman atau Pasar Johar, lalu bubar pada hari pertama Bulan Puasa.

7. Pembacaan Shukuf Halakoh

Shukuf halakoh dapat diartikan sebagai pertanda dimulainya Bulan Ramadhan. Shukuf ini merupakan ketentuan ulama akan awal Ramadhan yang akan diserahkan takmir Masjid Kauman kepada pemimpin Kota Semarang untuk diumumkan kepada warga agar mereka bersiap memasuki bulan yang suci.

Artikel Lainnya