Home Destinasi Hindari Kesemrawutan, Kelompok Seni di Kota Lama Didata

Hindari Kesemrawutan, Kelompok Seni di Kota Lama Didata

by minGal
Galeri Wisata

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang harus bergerak cepat melakukan penataan aktivitas di Kota Lama. Hal ini seiring dengan penertiban di kawasan tersebut oleh dinas terkait.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengakui Dishub sudah melakukan pembenahan kawasan parkir. Begitu pula dengan penertiban oknum-oknum juru parkir yang ‘memalak’ pengunjung.

“Disbudpar harus begerak cepat membina kelompok seni untuk menghidupkan kawasan Kota Lama Semarang. Dalam kaitan mendorong pariwisata yang berkelanjutan di Kota Lama Semarang, penataan aktifitas ini menjadi penting, sehingga nantinya semua aktifitas dapat tertib,” tutur Walikota Semaerang yang akrab disapa Hendi itu.

Kelompok-kelompok seni tersebut idealnya didata agar kemudian nantinya aktifitas antar mereka di tengah keramaian bisa diatur dan tidak saling mengganggu. Dengan demikian, mereka memiliki identifikasi khusus sehingga dapat dilakukan pembinaan.

Aparat penegak Perda yakni Satpol PP-pun tentunya tidak dapat melakukan penertiban terhadap kelompok yang legal dan sudah masuk data di Disbudpar. Adapun kelompok yang belum didata, dapat pula dibina untuk kemudian masuk dalam data tambahan.

Terpisah, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Agus Joko Triyono mengungkapkan, hingga Senin (30/9) telah ada 7 kelompok pertunjukan kesenian yang mendaftarkan diri. Nantinya, mereka hanya diperkenankan tampil di 3 titik keramaian yaitu di depan Gedung Oudetrap, di depan Galeri UMKM, dan di depan Galeri Industri Kreatif Semarang.

“Kalau yang mendaftar banyak akan kita atur jam bermainnya, sehingga diupayakan semua dapat bergiliran mengisi keramaian di Kota Lama Semarang. Misalnya saat weekend pagi penampil A, siang penampil B, malam penampil C,” tambahnya.

Di sisi lain untuk pertunjukan kesenian yang diinisiasi oleh para pelaku usaha di Kota Lama, Agus menekankan tidak diperbolehkan untuk keluar area usahanya masing-masing.

“Kalau pertunjukan kesenian yang diselenggarakan sendiri, kita batasi hanya di area usaha yang menggelar kegiatan tersebut, jadi tidak diperbolehkan untuk kemudian di jalur pedestrian depannya,” tandasnya.

Disbudpar, imbuhnya, akan terus melakukan evaluasi dalam pengembangan Kota Lama. Bahkan pihaknya menegaskan akan terus berupaya untuk melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menambah titik keramaian yang bisa dimanfaatkan di Kota Lama Semarang.

Untuk itu pendataan kelompok kesenian pun terus berjalan, dan bagi para pihak yang ingin mendaftar guna mengisi kegiatan di Kota Lama Semarang dapat langsung menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment