Home » 5 Pantangan yang Berlaku Saat Nyadran Sendang Gedhe di Desa Wisata Kandri

5 Pantangan yang Berlaku Saat Nyadran Sendang Gedhe di Desa Wisata Kandri

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

[Best_Wordpress_Gallery id=”4″ gal_title=”All images”]

NYADRAN sendang di Desa Wisata Kandri, saat ini telah mengemuka menjadi salah satu event budaya ternama. Nilai tradisi yang mengakar kuat yang diusung warga, menjadikannya atraksi wisata yang cukup menarik.

Ratusan warga terlibat secara sukarela dalam arak-arakan keliling kampung. Perwujudan buto, sunan dan tujuh perawan desa pembawa Tirta Matirta Suci menambah menarik atraksi ini.

Mengarak gunungan sayur dan hasil bumi, manggar dan sesaji yang diperlukan, membuatnya unik untuk diikuti. Replika kepala kerbau, jadah dan uborampe lainnya adalah hal yang tidak boleh terlupakan.

Ditutup dengan ritual menutup mata air di Sendang Gedhe, makan bersama dengan pola kembulan, adalah daya tarik lainnya. Tak ada sekat, tak ada jarak, semua duduk sama rendah menyantap hidangan khas warga nasi gudangan, ikan asin, potongan tahu dan tempe dan jika beruntung mendapat sepotong belut sawah.

Puluhan fotografer dan videographer berlomba mengabadikannya. Warga dan pengunjung juga berebut mengarahkan kamera ponsel.

baca juga: https://galeriwisata.id/nyadran-sendang-jawaban-untuk-terus-melestarikan-alam/

Ki Ahmad Supriyadi, sesepuh sekaligus juru kunci menyebut ritual ini sudah berlangsung ratusan tahun. Bermula dari besarnya sumber matar air yang dikhawatirkan membuat banjir, warga berinisiatif menutupnya.

Namun saking besarnya, mata air tidak dapat ditutup dengan alat biasa. Lalu para tetua sepakat membuat ritual menutup dengan kepala kerbau bersama jadah (makanan berbahan ketan dan kelapa berasa gurih).

“Sampai saat ini, kami masih nguri-uri tradisi ini sekaligus ucapan syukur kepada Gusti Allah atas nikmat sehat dan selamat serta kesuburan dan melimpahnya air di Kandri ini,” terangnya.

 

Namun, ada juga hal-hal yang tidak boleh dilakukan warga dan pengunjung sendang. Nah Sobat Galwis, berikut 5 hal yang pantang dilakukan saat berada di Sendang Gedhe Desa Wisata Kandri.

Baca juga :  WOW Loenpia Jazz 2019 Bikin Penonton Terhanyut

Menangis

Menangis di Sendang Gedhe sangat larang. Pasalnya dalam sebuah kisah, ada warga yang menangis karena bersedih saat mengikuti prosesi nyadran.

Yang terjadi, sehari berikutnya warga tersebut meninggal dunia. Percaya atau tidak, inilah salah satu pantangan paling kuat yang harus dipatuhi semua pengunjung termasuk warga setempat.

Ya dapat pula diartikan, kita harus selalu bahagia di manapun tempatnya. Toh juga kebahagiaan itu akan menular ke orang lain, begitu pula kesedihan.

Jadi ada baiknya kita selalu bahagia apapun keadaannya ya sob.

Mencuci Alat Dapur

Mencuci alat dapur di Sendang Gedhe juga dilarang. Tentu saja aktivitas ini mungkin akan lebih banyak dilakukan warga Kandri.

Juga dalam sebuah kisah, tersebutlah warga yang pernah mencuci alat dapurnya di sini. Usai pulang ke rumah, warga tersebut diketahui langsung menderita hilang ingatan alias gila.

Adapun bagi pengunjung, pantang sifatnya mencuci tangan kotor langsung ke dalam sendang. Pengunjung bisa mencuci tangan yang kotor, misal usai makan kembulan, di pancuran bawah sendang yang sudah dibuat semacam kamar mandi dengan dinding penutup.

Mencaci Maki Air Sendang

Karena merupakan sendang yang dianggap wingit, warga ataupun pengunjung dilarang mencaci maki apapun kondisi sendang. Entah karena airnya yang dianggap kurang jernih, kotor dan sebagainya, warga disarankan untuk mengabaikannya.

Artikel Lainnya

Leave a Comment