Home » 10 Wisata Sejarah di Semarang

10 Wisata Sejarah di Semarang

by GaleriWisata.id
Galeri Wisata

DI Indonesia banyak sekali kota-kota yang memiliki wisata sejarah yang tentunya merekam momen-momen penting dari berlangsungnya kejadian pada jaman dahulu. Kota Semarang salah satunya, memiliki tempat-tempat yang bersejarah tentu menjadi suatu daya tarik tersendiri untuk menarik para wisatawan.

Yuk, simak ulasan destinasi wisata sejarah di Semarang beserta kisahnya.

1. Tugu Muda

Galeri Wisata

Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang. Dibuat pada 10 November 1950 dan diresmikan Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953.

Tugu Muda terletak di pertemuan jalan protokol antara Jalan Pandanaran, Pemuda, Dr Sutomo dan Imam Bonjol dan MGR Soegijapranata. Ia adalah saksi bisu yang merekam banyak peristiwa penting selama lima hari pertempuran.

Sekarang bangunan bersejarah sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya dengan mengalami beberapa perubahan seperti penambahan kolam dan taman.

2. Lawang Sewu

Galeri Wisata

Pada awal pembangunan bangunan ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Orang Jawa memberinya nama Lawang Sewu yang berarti seribu pintu karena bangunan ini memiliki banyak pintu.

Bangunan ini awalnya merupakan  kantor administrasi dari sebuah perusahaan kereta api swasta. Sejarah kelam juga sangat melekat, selain menjadi saksi bisu dari pertempuran melawan Jepang.

Lantai bawah tanah di gedung ini juga pernah dijadikan sebagai penjara bagi para tawanan perang. Setelah kemerdekaan, bangunan ini berubah fungsi menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Kini Lawang Sewu berubah menjadi tempat wisata dengan sejuta sejarah dan pernah dinobatkan sebagai salah satu tempat paling angker di Asia.

3. Simpang Lima

Galeri Wisata

Pada awalnya kawasan ini adalah rawa-rawa yang tempat tumbuhnya sayuran bayam dan kangkung. Kawasan ini dibangun karena dasar kekecewaan Presiden Soekarno yang melihat Alun-Alun Masjid Besar Kauman yang menjadi ikon dari Kota Semarang kala itu dipindahtangankan pengelolaannya kepada pihak swasta.

Tak hanya itu, para ulama juga kecewa karena menara Masjid Kauman dirobohkan oleh pihak ketiga. Oleh sebab itu, Ir. Soekarno memerintahkan untuk membangun Simpang Lima menjadi alun-alun baru untuk pusat ekonomi masyarakat dan menjadi ikon dari Kota Semarang sekaligus dibanguan Masjid Baiturrahman di sisi barat.

Baca juga :  Patuhi Protokol CHSE Ini dan Kamu Tetap Bisa Piknik Tipis-Tipis

4. Kota Lama

Galeri Wisata

 

Bangunan-bangunan yang berada di kawasan ini memiliki arsitektur khas Eropa. Karenanya, kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Little Netherland.

Hal ini dikarenakan dulunya kawasan ini merupakan pusat dari perekonomian dan tempat tinggal orang Belanda yang menetap di Semarang. Bermula dari penandatanganan perjanjian antara Kerajaan Mataram dan VOC yang menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai pembayaran oleh Amangkurat II.

Bangunan pertama yang dibangun adalah benteng bernama Vijfhoek yang menjadi pusat militer. Bangunan ini pernah mengalami fortifikasi pada saat peristiwa Geger Pecinan.

Namun, karena perkembangannya tidak pesat, fortifikasi ini dibongkar pada tahun 1824 M.

5. Sam Poo Kong

Galeri Wisata

Sam Poo Kong dibangun sebagai tempat penghormatan untuk Laksamana Cheng Ho yang pernah singgah disini saat hendak melakukan perjalanan ke seluruh Indonesia dalam menyampaikan misi perdamaian. Awalnya para awak Cheng Ho hanya membuat simbol penghormatan di dalam sebuah goa yang disebut dengan Gedung Batu, namun akhirnya disempurnakan bangunannya menjadi sebuah klenteng.

Laksamana Cheng Ho sendiri adalah seorang pelaut dan penjelajah asal Tiongkok yang memiliki watak bijaksana dan suka membantu sesama. Ia memiliki jasa dan peran yang sangat banyak untuk Indonesia, terlebih dalam penyebaran agama Islam.

Di kota lain selain di Semarang, situs peninggalannya selalu ditandai dengan didirikannya masjid.

7. Masjid Besar Kauman

Pada jaman dahulu kawasan ini merupakan pusat dari hiruk pikuk aktivitas masyarakat di Pasar Induk Johar dan Pasar Yaik. Area ini merupakan ikon dari Kota Semarang serta menjadi pusat penyebaran agama Islam.

Masjid ini didirikan pada pertengahan abad 1575 M oleh Sunan Pandan Arang. Oleh karena itu masjid ini menjadi masjid tertua di Kota Semarang bahkan memiliki ikatan sejarah yang erat dengan berdirinya kota ini.

Masjid ini juga menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia secara terbuka hanya beberapa saat setelah proklamasi dibacakan.

8. Gereja Blenduk

Galeri Wisata

Gereja ini pertama kali dibangun oleh bangsa Portugis yang saat itu menduduki Semarang dan menamakan gereja ini dengan GPIB Immanuel. Pada mulanya gereja ini hanya berbentuk seperti rumah panggung khas Jawa, lalu mulai dirombak pada tahun 1787 dan ditambahkan dua menara serta atapnya dirubah menjadi kubah pada tahun 1894.

Baca juga :  Mengunjungi Goa Kreo: Jumlah Pengunjung Terus Meningkat

Di dalam Gereja Blenduk juga terdapat benda-benda bersejarah yang sudah lama berada di sana namun masih sangat terawat seperti keberadaan alkitab berbahasa Belanda yang diterbitkan pada tahun 1948, serta organ pipa Baroque yang berasal dari 1700-an.

Sekarang Gereja Blenduk masuk dalam salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan.

9.  Menara Mercusuar Willem III

Menara mercusuar ini berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, dan menjadi saksi bisu dari perjalanan dan perkembangan pelabuhan ini. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1879 dan selesai pada tahun 1884, walaupun begitu bangunan ini masih berdiri kokoh dan dipergunakan hingga saat ini.

Pelabuhan Tanjung Emas sendiri sudah berkembang sejak abad-16. Namun kondisi saat itu kurang menguntungkan karena terdapat banyak pasir dan endapan lumpur (sedimentasi).

Penamaan dari mercusuar ini disesuaikan kerajaan yang memerintah pada saat ituu yakni Willem III.

10. Pecinan

Galeri Wisata

Kawasan ini terbentuk disaat orang-orang etnis Tionghoa berpindah mukim akibat adanya pemberontakan antara orang etnis dengan pemerintahan Hindia-Belanda di kawasan Batavia pada 1740 silam. Peristiwa ini dinamakan Geger Pecinan, dimana Belanda lalu mencoba mengumpulkan warga Tionghoa dalam satu wilayah.

Tujuannya agar pemerintah Hindia-Belanda mudah dalam mengawasi gerak-gerik orang etnis Tionghoa di Kota Semarang. Pasalnya, area Pecinan  dekat dengan markas tentara Belanda pada saat itu yakni di Oudestad (Kota Lam).

Akhirnya kawasan ini menjadi pusat perdagangan hingga pada 2005,  kawasan pecinan mulai direvitalisasi yang semula hanya pusat perdagangan orang-orang etnis Tionghoa kemudian berubah menjadi pusat wisata yang menampilkan kebudayaan orang-orang etnis Tionghoa di Kota Semarang.

Nah Sobat Galwis, itu tadi 10 tempat wisata sejarah yang menyimpan banyak kenang dan kisah sejarah dalam pergolakan dan perkembangan Kota Semarang. Tertarik berkunjung?

Cusss, jangan lupakan bawa kamera atau smartphone-mu untuk memanen konten dari sana. (Dindaidhy)

 

Artikel Lainnya

Leave a Comment